Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Bupati Bantul (kiri) saat meninjau stan UMKM karya santri di Pendopo Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, MInggu (5/2/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Sebanyak 30 santripreneur yang mewakili pondok pesantren se-DIY menampillkan produk hasil kreativitas mereka di acara Festival UMKM Santri.
Acara yang digelar di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Minggu (5/2/2023) tersebut merupakan hasil kerja sama Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRK-I) dengan PLN.
Ketua Umum PRK-I, Luthfi Hizba Rusydia mengatakan Festival UMKM Santri ini merupakan puncak dari program Empowering Santri yang telah dilaksanakan satu setengah bulan sebelumnya, yakni sejak 12 Desember 2022 dengan kegiatan fullday workshop dengan sasaran peserta masyarakat pesantren.
Dia mengatakan bahwa masyarakat berbasis pesantren memiliki potensi yang besar dalam berwirausaha. Akan tetapi permasalahan mereka hingga kini adalah minimnya pemahaman terkait dengan pemasaran, terlebih saat ini animo konsumen untuk berbelanja sangat tinggi dalam ranah digital.
“Kami mencari pondok pesantren yang memiliki potensi memproduksi tetapi mereka minim dalam pemasaran. Setelah kami tracking ada banyak potensi yang dimiliki santri, mereka memiliki produk tetapi tidak paham mengenai pemasaran. Kami beri pelatihan agar saat mereka membuat produk dapat langsung dipasarkan,” katanya melalui rilis, Minggu.
BACA JUGA: Pagar Nusa DIY: Benteng NU dan NKRI
Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan target dari diselenggarakan Festival UMKM Santri melalui program Empowering Santri ialah para santripreneur dapat meningkatkan nilai transaksi dan memahami regulasi penjualan, mulai dari perizinan hingga pemasaran di ranah online maupun offline.
Dia juga berharap Festival UMKM Santri bisa menjadi simbol kebangkitan santri dan perekonomian di lingkungan pesantren. Selain itu, santripreneur juga diharapkan bisa lebih maksimal dalam menjalankan usahanya.
“Setelah mengikuti pelatihan kemarin dengan sentuhan PLN dan PRK-I nilai transaksi mereka meningkat,” ujarnya.
Manager PLN UPT 3 Yogyakarta, Ahmad Samsuri mengatakan bahwa PLN senantiasa mendukung kegiatan pelaku UMKM khususnya dalam hal ini ialah para santripreneur. “Ke depan, kami akan terus mengadakan kegiatan serupa seperti Festival UMKM Santri untuk meningkatkan kualitas pelaku UMKM agar mampu bersaing secara positif dengan wirausahawan lainnya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mousa Bagayoko absen 3-4 pekan akibat cedera lutut. Pieter Huistra menyiapkan sejumlah opsi gelandang PSS Sleman untuk melawan Persik.
Anggaran infrastruktur DIY 2027 turun Rp33,25 miliar menjadi Rp1,157 triliun. Pemda memprioritaskan jalan, rumah sakit, dan transportasi.
Polri menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak. KNKT juga diminta memeriksa aspek teknis dan nonteknis.
BRIN menduga serpihan benda langit yang jatuh di Sampit, Kalimantan Tengah, merupakan bagian roket ZhuQue-2E asal China.
PSS Sleman membawa 23 pemain yang sama untuk menghadapi Persik Kediri pada 22 Oktober 2026. Pieter Huistra memastikan skuadnya dalam kondisi baik.