Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Spanduk penyegelan tower oleh warga terpasang di samping gerbang tower di Beluran, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Minggu (5/2/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Sebuah menara (tower) telekomunikasi di wilayah Beluran, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, disegel warga. Warga menuntut pelunasan kompensasi yang telah dijanjikan di awal kontrak baru pada 2017 lalu.
Tower yang terletak di belakang sebuah rumah tersebut terlihat tertutup akses masuknya oleh dua gerbang yang digembok. Di samping gerbang, terdapat spanduk bertuliskan tower ini disegel warga, karena belum ada kompensasi ke warga Beluran. A/N warga terdampak dan LPMD Dusun Beluran.
Salah satu warga terdampak, Karsono, menjelaskan pemasangan spanduk tersebut karena tidak adanya kejelasan pelunasan kompensasi kepada sekitar 30 warga terdampak yang memiliki lahan di sekitar tower tersebut, sementara kepemilikan tower itu kini sudah dipindahtangankan.
Dia menceritakan tower tersebut didirikan pada 2007 silam dengan mengontrak lahan salah satu warga seluas sekitar 200 meter persegi. Selain membayar kontrak lahan, pemilik awal yakni Indosat, memberi kompensasi kepada warga di sekitarnya sesuai kesepakatan.
“Pada 10 tahun pertama sudah selesai dilakukan kontrak dengan yang punya tanah dan warga sekitar. Kemudian menginjak kontrak kedua, itu juga dilakukan pembayaran, tapi dalam dua termin, 2017-2027. Nah ini 2023 [termin kedua] tidak ada komunikasi,” ujarnya, Minggu (5/2/2023).
BACA JUGA: Tak Berizin, Kafe di Atas Tanah Kas Desa Disegel
Sedianya dua termin tersebut dibayarkan pada 2017 dan 2022. Namun, pada 2022, tidak ada pembayaran bahkan komunikasi dari pemilik tower. Pada kontrak 2017-2027 ini baru dibayarkan kompensasi sebesar Rp80 juta dari total yang dijanjikan sebesar Rp160 juta.
Karena tidak ada komunikasi, ia pun mencoba mendatangi kantor pemilik tower tersebut. Dia kaget saat mendapat informasi jika tower tersebut ternyata sudah dipindahtangankan. “Sudah dipindahtangankan ke PT CMI, di Jogja tidak ada kantornya,” ungkapnya.
Dia berhasil mendapatkan kontak perwakilan pemilik baru tower tersebut dan bisa dihubungi melalui Whatsapp. “Saya komunikasi melalui ponsel, bahwa ini harus segera diselesaikan dengan warga sekitar. Responsnya cuma iya iya aja,” katanya.
Warga pun telah bersurat dengan pemilik baru tower tersebut, namun hingga saat ini belum ada respons lebih lanjut. “Dalam jangka waktu minggu ini kalau masih tidak ada respon kami akan memutus aliran listrik di situ,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Harianjogja.com masih terus menunggu respons konfirmasi dari pihak Indosat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.