Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Kepala Polresta Jogja Kombes Saiful Anwar dan jajarannya memperlihatkan barang bukti klitih Titik Nol Jogja, Jumat (10/2/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA — Viralnya video kekerasan jalanan atau klitih Titik Nol Jogja membuat para pelakunya ketakutan dan memutuskan untuk melarikan diri. Pelarian para pelaku ini diendus polisi dan mereka ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah.
Keenam pelaku termasuk salah satu di antaranya adalah seorang pelajar berhadapan dengan hukum kasus klitih Titik Nol Jogja yang berhasil ditangkap Polresta Jogja pada Kamis (9/2/2023) lalu itu mengakui perbuatannya.
“Keterangannya, mereka lari keluar Jogja karena takut ditangkap setelah video perbuatan mereka viral di media sosial,” kata Kapolresta Jogja, Kombes Saiful Anwar, Jumat (10/2/2023).
Penangkapan para pelaku, jelas Saiful, dilakukan di SPBU Wangon, Banyumas, Jawa Tengah pada pukul 12.30 WIB oleh Tim Gabungan Polda DIY dan Polresta Jogja. “Ditangkap ketika mengendarai sebuah travel dari arah Jogja,” jelasnya.
Siaful menyebut para pelaku mengakui aksi kekerasan yang mereka lakukan di Titik Nol Jogja tersebut. “Lebih lanjutnya akan dilakukan pemeriksaan intensif lagi,” ujarnya.
BACA JUGA: Enam Pelaku Klitih Titik Nol Sudah Ditangkap, 2 Lainnya Masih Buron
Penangkapan para pelaku tersebut terbilang cepat, pasalnya korban melaporkan kasus tersebut pada Rabu (8/2/2023) lalu selang sehari kemudian Polresta Jogja berhasil menangkapnya. “Pelapor ini juga kami periksa ternyata saat di bawah jembatan Kleringan menuju Jalan Malioboro memainkan gas motornya dan menaikan ban depan seperti standing, setelah itu pelapor dipotong jalannya oleh pelaku GN,” jelasnya.
Saat dipotong jalannya tersebut keributan antara korban dan pelaku terjadi. “Pelapor dan temannya ini yang juga saksi dan pelaku GN akhirnya melakukan perkelahian hingga dipisah seorang di Titik Nol itu,” kata Saiful.
Setelah perkelahian tersebut, lanjut Saiful, pelaku GN merasa dikeroyok oleh korban sehingga mengajak teman-temannya untuk balas dendam. “Rombongan pelaku ke Titik Nol lagi karena solidaritas terhadap GN, penganiayaan rombongan pelaku terjadi itu,” ujarnya .
Barang bukti kasus tersebut, sambung Saiful, sudah disita pihaknya antara lain sebuah clurit, sebuah besi knock, dua sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi hingga pakaian-pakaian pelaku saat melancarkan aksi kriminalnya. “Ada 10 barang bukti yang sudah kami sita dari para pelaku ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Dua wartawan Indonesia dilaporkan ditahan Israel saat mengikuti misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza bersama relawan Global Sumud Flotilla.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.