Tarif Air Curah DIY Bakal Naik, Pelanggan Bantul Waswas
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Ilustrasi pemilu./Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Brigade Joxzin keberatan dengan pemberitaan media nasional yang seolah-olah menarasikan kelompok tersebut sebagai akar klitih di Jogja. Berita tersebut dinilai bakal berpengaruh pada capaian suara pada Pemilu 2024 mendatang.
"Ini tahun politik, kalau sampai ada narasi seperti itu akan berpotensi menggembosi suara kami di Pemilu 2024," kata Ketua LBH Persatuan yang berafiliasi pada Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Hani Kuswanto, Senin (13/2/2033).
Hani menyebut, konten yang terdapat dalam berita dengan judul '2 Geng Kondang di Yogyakarta Q-ZRUH dan JOXZIN, Akar Klitih Jogja?' tersebut mengangkat soal profil kelompok Joxzin yang berafiliasi dengan partai PPP. Belakangan, media bersangkutan sudah meralat berita tersebut dan memuat hak jawab dari Joxin.
Joxin menyayangkan redaksi yang tidak melakukan verifikasi terhadap informasi awal yang diperoleh kepada anggota maupun pengurus Joxzin. "Di situ disebut Joxzin berafiliasi dengan PPP. Itu kami, bukan yang lain. Kami anggap berita itu menarasikan kami sehingga sangat keberatan," kata dia.
Husni Fakhrurozi Muqodas, anggota Joxzin lainnya menyatakan, kondisi dan program-program kelompok itu sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan pada awal terbentuknya Joxin pada era Orde Baru. Akronim Joxzin, kata dia, bukan lagi yang duku dikenal oleh masyarakart luas berupa singkatan dari Joxo Zinthing atau Pojox Benzin.
"Joxzin sekarang itu sudah jauh beda dengan yang dulu, bukan lagi Pojox Benzin atau Joxo Zinthing, melainkan Jogja Islamic Never Die," kata dia.
Anggotanya pun kini lebih beragam. Husni menyebut beberapa personel Joxzin bahkan ada yang bekerja sebagai ulama dan menyabet sejumlah penghargaan dalam perlombaan pembacaan Al-Quran. Oleh karena itu, menurutnya pemberitaan yang menarasikan Joxzin sebagai akar dari kekerasan jalanan atau klitih di Jogja tidak berdasar.
"Coba besok dibalik yang diwawancarai itu klitih yang ketangkap dan tanya mereka Joxzin bukan? Kalau menemukan 10 pelaku klitih itu Joxzin mungkin itu fakta, tapi ini kan tanpa fakta. Tidak ada wawancara dengan pelaku klitih dan ternyata anggota Joxzin, kami ini juga banyak ulamanya lo jangan salah," ujar Husni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.