25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Salah satu adegan saat digelarnya simulasi bencana gempa bumi di Lapangan RW 14, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Minggu (21/4/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL— Latihan simulasi penanganan bencana, ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) akan segera digelar pada akhir Juli 2023 di Kabupaten Bantul. ARDEX tersebut akan berfokus pada pelatihan penanganan bencana gempa bumi dengan magnitude 6,6 bagi negara-negara ASEAN.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan lembaganya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah bertemu untuk menyusun skenario atau rapat perencanaan latihan ARDEX 2023.
“Di dokumen skenario gladi, tempat pelaksanaan ARDEX sudah mengerucut ke Stadion Sultan Agung (SSA) meskipun baru perencanaan latihan. Lokasi yang kemarin disurvei dan diputuskan dalam skenario itu ya di SSA. Ini masih berproses,” kata Aka dihubungi pada Sabtu (19/2/2023).
Aka kembali menjelaskan bahwa ARDEX tersebut merupakan wadah bagi negara-negara di ASEAN untuk berlatih penanganan bencana dengan fokus pelatihan bencana tahun 2023 adalah gempa bumi. Katanya negara Indonesia dipilih menjadi lokasi pelaksanaan ARDEX karena Indonesia merupakan ketua ASEAN 2023.
“Beberapa tahun sebelumnya itu sudah ditentukan untuk lokasi ARDEX ini akan dilakasanakan di Jogja. BNPB lalu memilih Bantul untuk FTX [Field Training Exercise],” katanya.
BACA JUGA: Hasil Pelacakan Jejak Digital Terbaru, Dosen UII Rafie Pratama Telah Berada di Istanbul
Sekarang, BPBD Bantul masih menunggu tahap perencanaan atau pendetailan selanjutnya dari BNPB selaku leader ARDEX 2023.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan baru satu kali lembaganya bertemu dengan BNPB termasuk melakukan survei FTX dan masih ada pengembangan lokasi. Dia menjelaskan bahwa Kabupaten Bantul dipilih sebagai tempat pelaksanaan ARDEX karena Bantul pernah menjadi episentrum gempa pada 2006.
“Dulu ketika terjadi gempa bumi kan di Bantul, persisnya di sepanjang sesar opak. Salah satu episentrumnya ya di Potrobayan, Pundong itu,” kata Agus dihubungi pada Sabtu (19/2/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.