Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Ilustrasi Sayuran/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA–Berbagai jenis kuliner harus mendapatkan pengawasan agar tidak mengakibatkan dampak buruk, seperti keracunan.
Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi, Universitas Gadjah Mada, Endang Sutriswati Rahayu membeberkan syarat agar makanan layak dikonsumsi.
Menurutnya, makanan yang aman adalah harus aman dari berbagai cemaran dalam bentuk mikroorganisme atau yang sering disebut patogen yang menyebabkan penyakit. Salah satunya juga dipangaruhi oleh kemasan yang berbahaya.
“Bahan Kimia Toksik maupun pembukus yang todak foodgrade dapat menyebabkan penyakit,” ujarnya Endang saat diwawancarai pada (27/2/2023).
Dirinya juga menyebut makanan yang laris manis memang memliki cita rasa yang lebih enak meskipun belum tentu zat makanan tersebut dibutuhkan oleh tubuh. “Makanan atau gorengan yang enak, apabila disantap setiap hari kan ya kolesterol bisa naik “ kata Endang.
Syarat makanan sehat menurut Endang sebagai berikut:
Sementara itu jenis makanan siap saji seperti makanan antar bisa menjadi penyebab keracunan. “karena kurang higienis ditambah konsumsi yang tidak langsung sehingga jika makanan tercemar dengan patogen akan berpotensi menyebabkan keracunan,” sebut Endang.
Di DIY, Endang menyampaiakan terkait beberpa penelitian lapangan yang pernah dia lakukan. Dirinya bersama Gerakan Pangan Aman (GPA) KAGAMA Fakutas Teknik Pertanian (FTP) menyebut pernah mendalami tentang kasus bakso campuran berdama dengan yang terjadi beberapa tahun silam dengan melakukan survey di beberapa lokasi di Kabupaten – Kota se DIY dengan melakukan ujin sampling kepada 150 pedagang pada tahun 2017 dengan ditemukan hasilnya keseluruhanya dinyatakan negatif.
“Para pedagang kecil malah lebih tahu soal keamanan makanan bahan yang tidak boleh digunakan dalam makanan. Kecuali pewarna, brangkali kasusnya [keracunan] makin sedikit karena banyaknya pelatihan pengolahan makanan,” ujar Endang. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.