Masih Ada 22 SPPG di Bantul yang Belum Beroperasi
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), baik yang dikelola oleh swasta maupun pemerintah untuk mempersiapkan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas).
Laboratorium nantinya digunakan dalam pemeriksaan sampel dari kasus dengan gejala suspek flu burung. Hal ini merespons kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jogja, Okto Heru Santosa menyampaikan sejak surat edaran soal kewaspadaan KLB Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b dikeluarkan pada 24 Februari lalu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah fasyankes untuk menambah labkesmas.
"Jangan sampai penyebarluasan virus itu meluas seperti fenomena 2008 silam. Sebenarnya laporan resmi soal transmisi ke manusia kami belum dapat, tetapi soal kewaspadaan tetap harus dilakukan di internal kami," kata Okto, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA: Waspada! Flu Burung Mulai Menginfeksi Manusia
Menurutnya, kasus Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b sifat penularan maupun penyebarannya masih beririsan dengan Covid-19 yang potensi cukup cepat. Penyakit ini pun berpotensi pula menjadi pandemi. Selain persiapan labkesmas, pihaknya mengaku juga telah mempersiapkan alat pelindung diri bagi petugas yang nantinya melakukan pemeriksaan sampel.
"Karena basisnya sama-sama virus dan tidak banyak berbeda dari flu burung yang sempat mewabah. Kewaspadaannya hampir sama dengan sewaktu pandemi meliputi APD dan lain sebagainya," ucap dia.
Selain itu, Dinkes juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan setempat untuk meminta basis data baru maupun pemetaan wilayah berkaitan dengan kewaspadaan terhadap Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b. Okto meminta agar penanganan dan mitigasi dilakukan berdasarkan pola yang diterapkan pada pengendalian kasus flu burung 2008 silam.
"Waktu itu Jogja dibagi ke dalam empat lokus di mana masing-masing lokus itu ada fasyankes pengampu dengan menelusuri dan mengecek kandang maupun peternakan unggas. Kalau dari kami kemungkinan terjelek ya dari sisi faskesyankes, soal pendeteksi dan tindakan sudah ada bagiannya. Konsep soal kesiagaan sudah kami bagikan juga," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Pakar UGM mengimbau petani menggunakan varietas tahan kekeringan dan komoditas minim air untuk menghadapi El Nino Godzilla.
Sebanyak 37 SD di Bantul mendapat program revitalisasi 2026. Enam sekolah telah mulai mengerjakan pembangunan.
Bareskrim menyatakan gas N2O Whip-Pink bukan bahan tambahan pangan, melainkan gas medis untuk anestesi berdasarkan hasil uji laboratorium.
Gibran Rakabuming Raka menghormati pembentukan kabinet bayangan dan menyebutnya sebagai bentuk partisipasi publik dalam demokrasi.
Iran menolak proposal negosiasi AS dan mempertahankan kebijakan pemblokiran Selat Hormuz dalam perundingan yang dimediasi Oman.