Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Ilustrasi sampah plastik/Picture-Alliance-Photoshot
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja menyelenggarakan pelatihan pembuatan sabun dari eco enzyme. Dari pelatihan tersebut, diharapkan dapat mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan nilai perekonomian warga.
Lurah Kelurahan Suryodiningratan, Riyan Wulandari menyampaikan program pembuatan sabun dari ecoenzyme dipilih sebagai upaya mengurangi sampah organik. Eco enzyme yang digunakan merupakan hasil fermentasi sampah organik yang memiliki sejumlah manfaat. Agar manfaat tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, maka dipilih pengolahan eco enzyme sebagai sabun.
BACA JUGA : Pemkab Bantul Harap Kelurahan Terus Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri
“Ini sebagai upaya kami berperan serta secara aktif dalam pengelolaan sampah, sehingga harapannya dengan membuat ecoencyme tidak hanya digunakan untuk memupuk tanaman, tetapi kami sudah kembangkan ke pembuatan sabun sudah ada nilai ekonomisnya,” katanya, Selasa (28/2/2023).
Pengolahan sabun tersebut dilakukan oleh sejumlah kader PKK, dan Bank Sampah di Kelurahan Suryodiningratan. Dengan adanya sabun berbasis eco enzyme ini menambah daya tarik UMKM untuk kelurahan Suryodiningratan sendiri. Sabun yang dibuat berupa sabun batang dan sabun cair yang dapat digunakan untuk mencuci baju.
Dia berharap selain dapat memetik manfaat ekonomis dari pengolahan sampah, melalui pembuatan sabun tersebut dapat mengajak warga untuk dapat menggunakan produk yang ramah lingkungan.
“Harapannya adalah masyarakat bisa meraih keuntungan secara ekonomis dari pemanfaatan eco enzyme ini, ini adalah suatu kampanye untuk menyelamatkan lingkungan, menyelaraskan, mengharmoniskan dengan alam. Kita menggunakan berbagai hal yang dapat diterima oleh alam,” ucapnya.
BACA JUGA : Pengelolaan Mandiri Dapat Kurangi Pasokan Sampah Bantul Sampai 10 Ton
Menurut Wulan komitmen warga Kelurahan Suryodiningratan untuk mengolah sampah organik cukup tinggi. “Komitmennya [untuk mengelola sampah organik] sudah luar biasa, tidak lagi berkutat bagaimana menangani sampah anorganik, untuk sampah organik ini, kita juga mengolah, mempunyai kontribusi untuk pengolahannya, meminimalisir sampah yang harus dibuang ke TPA Piyungan,” katanya.
Selama ini warga Kelurahan Suryodiningratan selain mengolah sampah organik melalui eco enzyme, ada pula pengolahan sampah organik menggunakan ember tumpuk, lodong sisa dapur (losida) dan biopori jumbo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.