Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Vaksinasi Booster I dan cek kesehatan gratis yang dilangsungkan di Balai Kelurahan Jajar /Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan pekerja media dan anggota keluarga mengikuti program vaksinasi booster Covid-19 di Rumah Sakit Pratama Jogja, Senin (13/3/2023). Program ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY.
Sama seperti pada vaksinasi sebelumnya, para pekerja media juga telah melalui beberapa tahapan seperti pemeriksaan suhu tubuh dan tekanan darah sebelum divaksin. Setelah dinyatakan memenuhi syarat mereka dapat disuntik vaksin tersebut.
BACA JUGA : Vaksin Booster Kedua Sudah Bisa Diakses Warga Sleman
Kepala Diskominfosan Kota Jogja Ignatius Trihastono menyampaikan, sebagai pekerja publik pekerja media punya kecenderungan yang lebih rentan terhadap penularan Covid-19. Oleh karenanya perlu mendapatkan program vaksinasi agar kekebalan tubuh terbentuk sehingga minim terhadap penularan Covid-19.
"Program vaksinasi ini terbuka bagi pekerja media dan anggota keluarga, tidak hanya yang bertugas di lingkungan Pemkot Jogja tapi semuanya," kata Trihastono.
Menurutnya, dengan mobilitas kerja yang cukup tinggi dan kerap bertemu dengan banyak orang pekerja media perlu mendapat program vaksinasi booster Covid-19. Pihaknya juga mengimbau agar pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijaga saat beraktivitas meski status PPKM telah dicabut pemerintah.
"Prokes jangan sampai kendur, sekarang bisa kita lihat warga tetap pakai masker meskipun Covid-19 sudah melandai, artinya budaya hidup sehat itu sudah terbentuk di masyarakat. Itu yang perlu dijaga," ungkapnya.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19 Booster
Direktur Utama RS Pratama Kota Jogja Arif Haritono menyampaikan, layanan vaksinasi booster Covid-19 itu terbuka untuk dosis pertama maupun kedua. Total ada sebanyak 75 kuota vaksin yang dibuka oleh pihaknya dalam kesempatan program vaksinasi itu.
Adapun syarat dalam mengikuti pelaksanaan vaksinasi itu berusia 18 tahun ke atas, punya e tiket vaksin booster dosis satu atau dua di aplikasi Pedulilindungi, jarak vaksin sebelumnya minimal enam bulan, kondisi fisik sehat, dan jika ada riwayat terkonfirmasi Covid-19 gejala ringan dan sedang jarak vaksin tiga bulan serta ramah bulan gejala berat dadi tanggal terkonfirmasi.
"Kita buka kuotanya untuk 75 orang dan yang bisa divaksin hanya 35 orang dengan jenis vaksin indovac 0,5 mililiter," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat