Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto (tengah) saat melakukan sidak di salah satu gudang milik distributor di Kapanewon Wonosari, Selasa (14/3/2023)./Istimewa- Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Argosari dan distributor di Kapanewon Wonosari, Selasa (14/3/2023). Sidak itu dilaksanakan salah satunya memastikan distribusi Minyakita aman di pasaran jelang Puasa.
“Tentunya kami ingin pastikan stoknya aman [Minyakita]. Jadi, pemantauan secara berkala ke pasar tradisional maupun agen penyaluran terus dilakukan,” kata Heri, Selasa siang.
Menurut dia, untuk stok tidak ada masalah karena masih banyak tersedia. Oleh karenanya, Heri meminta kepada masyarakat agar tidak perlu panic dengan membeli dengan jumlah yang banyak.
“Sesuai kebutuhan saja. Sebab, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas harga dengan memastikan stok di pasaran tetap aman,” katanya.
BACA JUGA: Harga Minyakita di Atas HET, Warga Bisa Lapor ke Situs Web Ini
Untuk kepastian stok, Heri menginginkan agar distribusi minyakita dapat merata. Pemerataan ini menjadi salah satu kunci dalam upaya pengendalian harga di pasaran.
“Tentunya ada mekanisme kontrol sehingga gejolak inflasi bisa cepat diatasi. Ini juga berlaku untuk komoditas kebutuhan pokok lainnya. Jadi, jelang puasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena stok masih aman,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, komoditas Minyakita sempat langka di pasaran. Meski demikian, dia memastikan kondisi tersebut tidak terjadi lagi karena barang mudah didapatkan. “Sudah ada upaya pendistribusian ke para pedagang untuk upaya pengendalian,” katanya.
Menurut Kelik, untuk stok saat ini tidak ada masalah karena ada jatah sebanyak 60.000 liter. Jumlah tersebut masih bisa bertamabh karena ada upaya permintaan penamabahan stok. “Tujuannya agar stok saat puasa atau Lebaran benar-benar aman. Makanya, kami terus berusaha meminta penambahan stok,” katanya.
Ditambahkan dia, stok minyakita akan didistribusikan secara merata di seluruh pasar tradisional di Gunungkidul. Adapun penyaluran sudah berkoordinasi dengan masing-masing pengelola pasar. “Tujuan koordinasi untuk mendata para pedagang yang siap menjadi penyalur mintakita,” katanya.
Kelik menekankan, didalam penyaluran ada pakta integritas yang harus ditaati oleh para pedagang. Isi dari pakta ini adalah kesanggupan menjual minyakita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.
“Untuk penebusan kurang dari Rp13.000 per liter, jadi saat pedagang menjual sesuai HET juga masih mendapatkan untung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.
DPRD DIY memperjuangkan kenaikan Danais 2027 setelah alokasi turun menjadi Rp1 triliun. APBD DIY ditargetkan ditetapkan 20 November 2026.
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.