Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto (tengah) saat melakukan sidak di salah satu gudang milik distributor di Kapanewon Wonosari, Selasa (14/3/2023)./Istimewa- Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Argosari dan distributor di Kapanewon Wonosari, Selasa (14/3/2023). Sidak itu dilaksanakan salah satunya memastikan distribusi Minyakita aman di pasaran jelang Puasa.
“Tentunya kami ingin pastikan stoknya aman [Minyakita]. Jadi, pemantauan secara berkala ke pasar tradisional maupun agen penyaluran terus dilakukan,” kata Heri, Selasa siang.
Menurut dia, untuk stok tidak ada masalah karena masih banyak tersedia. Oleh karenanya, Heri meminta kepada masyarakat agar tidak perlu panic dengan membeli dengan jumlah yang banyak.
“Sesuai kebutuhan saja. Sebab, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas harga dengan memastikan stok di pasaran tetap aman,” katanya.
BACA JUGA: Harga Minyakita di Atas HET, Warga Bisa Lapor ke Situs Web Ini
Untuk kepastian stok, Heri menginginkan agar distribusi minyakita dapat merata. Pemerataan ini menjadi salah satu kunci dalam upaya pengendalian harga di pasaran.
“Tentunya ada mekanisme kontrol sehingga gejolak inflasi bisa cepat diatasi. Ini juga berlaku untuk komoditas kebutuhan pokok lainnya. Jadi, jelang puasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena stok masih aman,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, komoditas Minyakita sempat langka di pasaran. Meski demikian, dia memastikan kondisi tersebut tidak terjadi lagi karena barang mudah didapatkan. “Sudah ada upaya pendistribusian ke para pedagang untuk upaya pengendalian,” katanya.
Menurut Kelik, untuk stok saat ini tidak ada masalah karena ada jatah sebanyak 60.000 liter. Jumlah tersebut masih bisa bertamabh karena ada upaya permintaan penamabahan stok. “Tujuannya agar stok saat puasa atau Lebaran benar-benar aman. Makanya, kami terus berusaha meminta penambahan stok,” katanya.
Ditambahkan dia, stok minyakita akan didistribusikan secara merata di seluruh pasar tradisional di Gunungkidul. Adapun penyaluran sudah berkoordinasi dengan masing-masing pengelola pasar. “Tujuan koordinasi untuk mendata para pedagang yang siap menjadi penyalur mintakita,” katanya.
Kelik menekankan, didalam penyaluran ada pakta integritas yang harus ditaati oleh para pedagang. Isi dari pakta ini adalah kesanggupan menjual minyakita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.
“Untuk penebusan kurang dari Rp13.000 per liter, jadi saat pedagang menjual sesuai HET juga masih mendapatkan untung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.