86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
-
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kawasan Pegunungan Menoreh menjadi wilayah yang banyak ditemukan kasus malaria. Salah satu alasannya karena ditemukan beberapa jenis nyamuk penyebab malaria.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Arief Musthofa mengatakan bahwa sepanjang pegunungan Menoreh ditemukan banyak nyamuk yang menularkan malaria.
“Apabila ada penderita malaria yang datang ke pegunungan Menoreh, hasilnya ya jadi rentan karena tingkat penularannya tinggi. Spesies nyamuk malaria di pegunungan Menoreh itu lengkap,” kata Arief dihubungi pada Senin (27/3/2023).
Arief menambahkan bahwa selama triwulan pertama tahun 2023, Dinkes telah menemukan tiga kasus malaria di Samigaluh dan Kokap II. Sementara di tahun 2022, kasus malaria di Kulonprogo mencapai 97 kasus.
“Terkait kasus malaria pada tahun 2022 ada kasus penularan setempat. Kasus itu juga import dari daerah lain. Karena kasus di Purworejo itu belum terkendali, jadi beberapa kasus di Kulonprogo ya import dari Purworejo,” katanya.
Sejauh ini, Dinkes telah melakukan kelambunisasi dan Juru Malaria Desa (JMD) yang telah mencapai 88 orang. JMD tersebut berperan mencari survailans aktif dengan berkunjung rumah ke rumah. Daerah utama sasaran ada di pegunungan Menoreh.
“Penanggulangan kenaikan kasus di Samigaluh kan juga ada penyuluhan dan penyemprotan rumah, lalu pengambilan darah masal. Ketika ada kasus, kami langsung adakan kontak survei untuk menghindari penularan setempat,” ucapnya.
Lebih jauh, Arief menerangkan bahwa Dinkes juga telah melakukan larvasiding melalui JMD guna menekan pertumbuhan nyamuk. Jentik nyamuk tersebut diintervensi sehingga tidak akan berubah menjadi nyamuk. Hanya saja Dinkes masih menemukan kendala ketika musim hujan proses larvasiding tersebut menjadi sulit karena genangan air justru akan terbawa arus air.
Larvasiding tersebut menggunakan cairan dan granule yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada Dinkes. Terkakhir Dinkes menyalurkan kepada JMD.
“Kami juga ada penguatan jejaring tata laksana malaria yang melibatkan seluruh fasyankes di Kulonprogo dengan dua rumah sakit rujukan malaria yang ditunjuk yaitu RS Nyi Ageng Serang dan RSUD Wates,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.