Kejar Surplus Beras 100.000 Ton, Bantul Percepat Masa Tanam
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul merinci dampak hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Kamis (30/3/2023) sore.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Bantul, Aka Lukluk Firmansyah menjelaskan, wilayah yang terdampak angin kencang itu tersebar di lima kapanewon dan tujuh kalurahan. Ada kemungkinan jumlahnya masih bertambah.
"Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil dengan estimasi Rp14 juta," katanya, Jumat (31/3/2023).
Aka menyebutkan, di Kapanewon Banguntapan wilayah yang terdanpak ada di Kalurahan Tamanan sebanyak 14 titik dan Kalurahan Wirokerten lima titik. Di Kapanewon Pleret berlokasi di Kalurahan Pleret satu titik, kemudian di Kapanewon Jetis di Kalurahan Trimulyo tiga titik.
"Kemudian di Kapanewon Sewon ada di Kalurahan Bangunharjo dua titik dan Kalurahan Panggungharjo satu titik. Terakhir di Kapanewon Kasihan, Kalurahan Ngestiharjo satu titik," jelasnya.
Baca juga: Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Ini Respons Ganjar
Adapun jenis kerusakan yang dialami akibat bencana tersebut berupa rumah terdampak 18 unit, tempat usaha satu unit, jaringan internet satu titik, Jaringan listrik enam titik, menutup akses jalan tujuh titik dan berdampak ke kendaraan satu unit.
"Itu data sementara, dimungkinkan masih akan bertambah. Dan pengkondisian di lapangan masih dilakukan oleh para relawan dan masyarakat," katanya.
Lurah Tamanan Hartoyo menyampaikan, ada sekitar tujuh RT di wilayah layanan yang terdampak pohon tumbang. Pagi ini warga dan relawan telah melakukan sterilisasi lanjutan dan pendataan terhadap dampak angin kencang kemarin.
"Hari ini kami melanjutkan kembali penanganan evakuasi dengan pemotongan dan evakuasi pohon tumbang, galvalum atau baja ringan yang terbang serta penerimaan bantuan dan pembagian logistik ke yang berdampak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Rupiah ditutup Rp17.632 per dolar AS pada Selasa (8/9/2026). Simak proyeksi rupiah hari ini serta sentimen pasar dan The Fed.
Bareskrim Polri membongkar dua praktik live streaming bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi dengan enam tersangka.
Program bertajuk “Penguatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Pengajian di Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Yogyakarta
Basarnas Banten mengerahkan empat SRU untuk mencari lima wartawan yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan tiga hal yang harus ditingkatkan ASN Sleman, mulai produktivitas hingga standar pelayanan.