130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tim Persiapan Pengadaan Lahan untuk proyek tol Jogja YIA telah menggelar konsultasi publik hari pertama di Kalurahan Banguncipto, Sentolo, Kulonprogo pada Selasa (4/4/2023). Di Kalurahan Banguncipto, bidang tanah yang sebelumnya berjumlah 503 bidang berubah menjadi 536 bidang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan jalan tol Jogja Solo, Dian Ardiansyah mengatakan luasan tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan tol tetap, hanya bidang tanahnya saja yang berubah.
“Bidang tanah di Kalurahan Banguncipto ini memang berubah, tapi itu tidak mengubah luasan tanah yang dibutuhkan untuk tol. Perubahan bidang itu terjadi karena ada satu bidang tanah yang dipecah menjadi beberapa bidang,” kata Dian ditemui di Balai Kalurahan Banguncipto pada Selasa (4/4/2023).
Dian menambahkan perubahan bidang terjadi karena beberapa pemilik yang terdampak yang telah menjual tanahnya. Selain itu, katanya, dimungkinkan juga terdapat pembagian tanah menurut kesepatakan dalam warisan.
“Sebagai contoh itu ada warga yang punya tanah dengan luasan 2.000 meter persegi, tapi yang dijual hanya sebagian. Dengan begitu kan bidang tanahnya bertambah,” katanya.
Secara keseluruhan, luasan tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan tol Jogja YIA mencapai 344,32 hektare dengan jumlah bidang 3.335. Jumlah tersebut tersebar di enam kapanewon dan 18 kalurahan.
Sementara itu, Lurah Banguncipto, Boiran mengatakan terdapat lima padukuhan yang terkena proyek tol Jogja YIA seperti Padukuhan Ploso, Bantarejo, Banaran Lor dan Banaran Kidul, serta Bantar Kulon, Bantar Rejo.
BACA JUGA: Waduh...Honorer Pemkab Bantul Tidak Dapat THR
“Total ada 536 undangan untuk menghadiri konsultasi publik yang dibagi dalam tiga hari. Kebanyakan yang terkena proyek tol itu tanah warga, kendati ada sedikit tanah kas desa di Banaran Lor dan sultan gorund di pinggir Kali Papah,” kata Boiran ditemui di Balai Kalurahan Banguncipto pada Selasa (4/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.