Bingungkan Daerah, Pengelolaan 6 SPM Posyandu di Jogja Disorot DPRD
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X / Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Selama lebaran 2023, diperkirakan ada 5,8 juta pemudik memasuki wilayah DIY. Dengan dibukanya tol Jogja-Solo ruas Kartasura-STA 6 sepanjang 6 km diperkirakan akan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan dengan adanya prediksi jumlah pemudik yang memasuki wilayah DIY, entah DIY menjadi tujuan pemudik atau hanya dilewati pemudik, perlu mendapat perhatian. “Ini berhenti atau tidak [di DIY], tapi pasti lewat [sehingga harus diantisipasi],” katanya, Selasa (4/4/2023).
Sultan menyampaikan pengaturan dan perkiraan jumlah pemudik yang memasuki kabupaten/kota di DIY pun diserahkan ke setiap wilayah. Sehingga kabupaten dan kota diminta untuk melakukan persiapan. “Ya terserah kabupaten, [penanganannya] didatangi berapa orang, biar pun itu bisa double [perhitungannya],” katanya.
BACA JUGA : 112 Kilometer JJLS di DIY Siap Dilalui untuk Mudik Lebaran
Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan dengan dibukanya ruas tol tersebut, diperkirakan arus lalu lintas dari arah Timur akan padat. Untuk itu pihaknya membuka posko statis di Prambanan.
“Posko kami ada di Prambanan. Terus terang dengan adanya tol itu arus yang dari timur sangat banyak,” ucapnya.
Menurut Ni Made, dengan posko tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut. Untuk memecah kepadatan lalu lintas, Dishub DIY juga telah berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota.
Sejumlah ruas jalan nasional yang minim penerangan pun mendapat perhatian dari Dishub DIY. Untuk ruas jalan ringroad yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, menjelang arus mudik lebaran 2023, Dishub DIY telah berkoordinasi untuk dapat melakukan pinjam pakai penerangan jalan dengan Pemda Sleman.
“Nanti kemudian dilakukan pengadaan lagi oleh Balai Pengelola Transportasi Darat [BPTD], tapi kami tidak menjanjikan ini terang semua, karena keterbatasan support, kami melihat jalan yang sangat rawan dan strategis,” katanya.
BACA JUGA : Ini Jalur Alternatif di Sleman Saat Mudik Lebaran 2023
Selain itu, untuk mengurai kepadatan lalu lintas, Dishub DIY juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan menggunakan Area Traffic Control System [ATCS]. Dishub DIY pun memperkirakan dari 5,8 juta pemudik yang memasuki wilayah DIY, sebagian besar didominasi kendaraan pribadi, dengan perkiraan 1,2 juta orang atau 20,3 persen menggunakan sepeda motor, dan 1,3 juta orang atau 22,07 persen menggunakan mobil.
Diperkirakan dengan adanya kelonggaran PPKM dan menurunya Covid-19, terjadi peningkatan jumlah pemudik. Jumlah pemudik yang memasuki wilayah DIY tahun ini lebih banyak sekitar 1,9 juta orang dari sebelumnya 3,9 juta pemudik tahun 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.