Minta Hujan, 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Ilustrasi./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Menghadapi 5,9 juta pemudik yang diperkirakan akan melintasi DIY. Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengimbau sejumlah jalur alternatif untuk memecah kepadatan selama arus mudik Lebaran 2023.
Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti meyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik selama arus mudik dan balik lebaran 2023. "Kami rekomendasikan karena kami lihat dari sisi kondisi jalannya masih memungkinkan untuk dilewati," katanya, Jumat (15/4/2023).
Lebih lanjut, Sumariyoto Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub DIY menyampaikan puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada 19 April 2023.
“Pemudik kami imbau lewat jalur alternatif yang sudah kami tentukan, jangan cari alternatif sendiri, nanti takut keblasuk [tersasar],” ucapnya.
BACA JUGA: Mudik Lebaran 2023, Dishub DIY Siapkan Rekayasa Arus Lalu Lintas di Jalur Wisata
Jalur alternatif mudik di DIY, kata dia, yakni Jalan Congot-Wates-Nagung-Brosot-Srandakan, Jalan Sentolo-Kalibawang, Jalan Klangon-Moyudan-Tempel, Jalan Tempel-Turi-Pakem-Cangkringan-Prambanan, Jalan Prambanan-Piyungan, serta Jalan Gading-Semin-Klaten-Sukoharjo, dan Jalan Wonosari-Baron-Tepus-Bedoyo-Wonogiri.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga disiapkan Dishub DIY untuk memecah kepadatan lalu lintas.
Dia menyampaikan Dishub DIY juga tidak merekomendasikan pemudik melalui Jalan Patuk-Terong karena kondisi jalan yang rusak. Sehingga di jalan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas.
“Maka yang Jalan Patuk-Terong itu kami rekayasa, supaya orang yang mau ke Heha Sky View ya dari Patuk. Tetapi tidak boleh lanjut ke Pengger dan hutan pinus, tetapi balik lagi. Karena jalannya kurang bagus. Kalau mau ke Pengger ya lewat Imogiri nanti balik lagi,” katanya.
Selain itu, Jembatan Glagah 2 yang masih rusak pun masih ditutup selama arus mudik balik lebaran tahun ini.
Dia pun mengimbau agar pemudik memperhatikan jalur-jalur yang dapat dilalui selama arus mudik dan balik. “Pemudik agar lebih jeli membaca jalur alternatif, silahkan membuka Google Map, namun disarankan tetap menggunakan jalur yang telah direkomendasikan. Taati rambu lalu lintas dan petugas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber
Kemenkeu menilai kepercayaan investor SBN masih terjaga meski yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke 7,4% di tengah gejolak pasar.
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
RSJ Grhasia DIY menyiapkan inovasi SIAP Farmasi untuk mempermudah akses obat pasien rawat jalan melalui layanan pengantaran yang aman dan terpantau
Inspeksi mobil sebelum dijual membantu perusahaan mengetahui kondisi aktual armada, memetakan kebutuhan perbaikan, dan menentukan langkah penjualan.