38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Suasana pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Gunungkidul yang berlangsung di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Rabu (10/6/2020)./Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan tidak aset yang digadaikan. Saat ini Pemkab memilih menutupi defisit anggaran dengan efisiensi dan peningkatan potensi pendapatan asli daerah.
BACA JUGA: Aset Gunungkidul Disensus Tahun Depan agar Terawat
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, Pemkab sedang melakukan efsiensi melalui rasionalisasi program kegiatan. Hal itu dilakukan untuk memangkas defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Pusat, defisit anggaran di Pemkab Gunungkidul tidak boleh melebihi 2,2%. Adapun kondisi saat sekarang dalam posisi defisit 4,7% sehingga dilakukan penghematan.
“Makanya ada sejumlah program yang dipangkas. Agar defisit bisa memenuhi ketentuan dari Pemerintah Pusat,” kata Sri Suhartanta menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Selasa (28/4/2023).
Meski demikian, ia memastikan di dalam program pemangkasan defisit tidak sampai mengambil kebijakan pembiayaan daerah atau meminjam ke pihak lain. Dengan kepastian itu, Sri Suhartanto mengatakan tidak ada aset milik Pemkab Gunungkidul yang dijadikan jaminan ke bank atau pihak lainnya.
“Kita tidak ada peminjaman ke pihak mana pun,” katanya.
Ia menambahkan, untuk menekan defisit tidak hanya dengan memangkas sejumlah program yang belum masuk prioritas. Selain, juga ada upaya memaksimalkan potensi pendapatan agar disparitas bisa dikurangi.
“Terus kami genjot agar pendapatan bisa terus ditingkatkan karena ini menyangkut kemampuan keuangan daerah,” kata mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, anggota DPRD Gunungkidul sepakat agar potensi pendapatan yang dimiliki dapat dioptimalkan. Menurut dia, rekomendasi tentang upaya memaksimalkan pendapatan telah disampaikan ke bupati.
Dorongan untuk mengoptimalkan PAD tidak lepas dari perkembangan perekonomian daerah yang semakin membaik.
"Untuk sejumlah pajak yang ditarik sudah ada upaya meningkatkan target pendapatan. Namun, kami berharap upaya optimalisasi terus dilakukan karena penghasilan yang diperoleh sangat penting untuk pembangunan daerah,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa pajak yang diharapkan berkontribusi lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya. Potensi ini seperti Pajak Hiburan, BPHTB, PBB-P2 dan Pajak Reklame serta tetap meningkatkan target pajak lainnya secara maksimal.
“Badan Anggaran mendorong agar segala potensi PAD dapat diotimalkan diantaranya dengan peningkatan fokus pada kasus-kasus pajak PBB-P2,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.