Babad Siti Kemantren #4, Sejarah Lokal Jadi Penggerak Potensi Jogja
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
GKR Mangkubumi setelah prosesi numplak wajik, Rabu (19/4/2023).
Harianjogja.com, JOGJA–Setelah tiga tahun vakum karena pandemi Covid-19, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Kraton Jogja) kembali menyelenggarakan upacara numplak wajik di Panti Pareden, Rabu (19/4/2023).
Putri Raja Kraton Jogja, GKR Mangkubumi menyampaikan upacara tersebut merupakan penanda dimulainya proses merangkai gunungan. “Itu bagian dari kami membuat gunungan, jadi dalamnya ada wajik, kemudian ada rengginang. Itu merupakan contoh sendiri untuk kita mulai mengadakan grebeg,” ucapnya.
Nantinya, gunungan yang berisi hasil bumi tersebut akan diarak dalam Upacara Grebeg Syawal.
GKR Mangkubumi pun menyampaikan grebek tersebut sebagai tanda kasih sayang Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X kepada masyarakat. “Grebeg itu tanda kasih dari Ngarso Dalem bagi masyarakat,” katanya.
Dia menambahkan gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat. Masyarakat dapat menikmati gunungan tersebut dengan memperebutkannya selama prosesi grebeg syawal. “Didoakan dulu, baru direbut,” katanya.
Carik Kawedanan Widya Budaya Kraton Jogja, KRT Widyo Chandra menyampaikan ada tujuh gunungan yang akan dibuat grebeg kali ini. Menurutnya, ada satu gunungan yang akan dibagikan di Kepatihan, satu gunungan di Puro Pakualaman, dan lima gunungan di Masjid Gede Kauman secara bersamaan pada Sabtu, 22 April 2023.
Dia menyampaikan numplak wajik diawali dengan membuat gunungan putri terlebih dahulu. Menurutnya, itu merupakan bentuk penghargaan yang diberikan Kraton Jogja terhadap perempuan.
“Jadi ada istilah ibu pertiwi, sama Kraton Jogja juga menghargai peran wanita, jadi yang dibuat gunungan putri terlebih dahulu,” katanya. Selain itu, akan ada pula gunungan kakung, gunungan gepak, gunungan darat dan gunungan pawuhan.
“Gunungan ini sebagai wujud sedekah dari Kraton Jogja atau Ngarso Dalem kepada masyarakat yang diadakan tiga kali dalam satu tahun [upacara grebeg],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.
Petisi penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran menembus 7.000 dukungan. Pemprov Jateng memastikan perizinan dan amdal dikaji ketat.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.