FHI DIY Bidik Tiket PON 2028, Siapkan Pembinaan Atlet Sejak Dini
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
Pembukaan Festival Klangenan yang diselenggarakan oleh Pemkab Bantul pada Rabu (26/4/2023) di Pasar Seni Gabusan. Festival yang menampilkan beragam barang dan jajaran tempo dulu itu digelar sampai 30 April. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul kembali menyelenggarakan Festival Klangenan sebagai pengingat kepada masyarakat luas terhadap barang-barang dan jajanan tempo dulu. Festival itu akan dilaksanakan sampai 30 April mendatang di Pasar Seni Gabusan (PSG), Kabupaten Bantul.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistyana mengatakan, Festival Klangenan dibiayai dengan Dana Keistimewaan dengan anggaran senilai Rp447 juta. Acara ini juga jadi ajang pameran sekaligus promosi bagi UMK.
"Total ada 50 tenant yang bergabung dengan 30 kuliner dan 20 non kuliner. Di dalamnya ada aneka barang bernuansa kuno, hasil kerajinan tangan, antik, sarana permainan anak, dan jajanan tempo dulu," katanya, Rabu (26/4/2023).
BACA JUGA: Balik Lebaran 2023 dengan Kereta Api, Perhatikan Imbauan dari KAI Ini
Agus menjelaskan, Festival Klangenan sengaja diselenggarakan bertepatan dengan masa libur Lebaran dengan harapan masyarakat yang tengah mudik dan berlibur ke Bantul bisa bernostalgia dengan masa lalu. "Kami ingin mengoptimalkan peran PSG sebagai pusat kuliner [jajanan tempo dulu] dan cinderamata lewat kegiatan ini. Juga memfasilitasi UKM untuk bangkit dan berkembang," ucapnya.
Salah satu tenant di Festival Klangenan Choirul Anam yang menjual aneka mainan tradisional mengaku memproduksi sendiri hasil kerajinan buatannya. Sebagian besar mainan itu terbuat dari bambu dan kayu seperti otok-otok, miniatur karakter kartoon, topeng kayu, miniatur becak, angklung dan kaligrafi. Harga mainan tradisional dijual Rp10.000 sampai Rp25.000.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, penyelenggaraan Festival Klangenan juga sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan Bantul menjadi anggota jejaring kota kreatif dunia Unesco. Dengan begitu produk ekonomi kreatif yang dihasilkan wilayah setempat kian dikenal luas. "Kegiatan ini semacam pemantik ekonomi masyarakat khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif dan sebagai ajang promosi sekaligus pengenalan produk mereka," katanya. Ayo Anda yang suka jajanan tempo dulu, jangan lewatkan acara ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
Nusron Wahid diperiksa KPK selama lima jam terkait perkara ATR/BPN. KPK masih mendalami dugaan suap dan gratifikasi.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.