PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, Gunungkidul–Kabupaten Gunungkidul belum bisa lepas dari predikat miskin. Kendati demikian, untuk masalah pengangguran, Gunungkodul masuk yang terendah di wilayah DIY.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul di 2022, angka pengangguran mencapai 2,08%. Jumlah ini jauh dibawah rataan DIY yang mencapai 4,06%.
Kepala BPS Gunungkidul, Rintang Awan Eltribakti mengatakan angka kemiskinan di Gunungkidul masih tinggi, mencapai 15,86%. Meski demikian, tidak semua urusan di Bumi Handayani menjadi paling banyak di DIY.
Ia mencontohkan, angka pengangguran jauh berada di bawah rata-rata DIY. Adapun tren jumlah pengangguran di Gunungkidul juga terus menurun setiap tahunnya.
Eltri mengungkapkan, angka pengangguran di Gunungkidul sempat mengalami kenaikan. Pada 2020 jumlah pengangguran mencapai 2,16% namun setahun kemudian, pada 2021 jumlahnya bertambah menjadi 2,20%. Setahun berikutnya angka pengangguran kembali turun menjadi 2,08% di 2022.
“Pandemi corona sangat memberikan pengaruh, tapi dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi juga ikut berdampak terhadap berkurangnya pengangguran di Gunungkidul,” katanya, Kamis (27/4/2023).
Ia mengakui pengangguran di Gunungkidul paling rendah di DIY. Adapun konsep dalam penghitungan terhadap angka penganggurangan tidak melihat jenis pekerjaan baik di sektor formal maupun non formal.
Pasalnya, lanjut Eltri, konsep bekerja di BPS adalah minimal satu jam berturut-turut setiap harinya. “Jadi bisa bekerja sendiri atau membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan secara rutin juga sudah dianggap bukan sebagai orang yang menganggur,” katanya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Tauviq Nur Hidayat mengatakan, penanganan masalah pengangguran juga melibatkan balai latihan kerja. Keberadaan BLK dimanfaatkan untuk meningkatkan keahlian warga Gunungkidul untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Jadi ada kolaborasi agar pencari kerja asal Gunungkidul memiliki kompetensi yang baik,” katanya.
Untuk mengurangi pengangguran, Tauviq mengakui juga sering memberikan informasi tentang lowongan pekerja melalui laman resmi yang dimiliki. Selain itu, juga ada kerja sama dengan SMK dalam bursa kerja agar para lulusan bisa terserap sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
“Setiap ada lowongan pasti kami umumkan melalui laman resmi yang kami miliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.