Anak Sekolah di Sleman Banyak Alami Tekanan Darah Tinggi
Skrining CKG Sleman ungkap tingginya hipertensi, gangguan mental, dan karies gigi pada anak sekolah 2025–2026.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sekitar 200 penari asal Kulonprogo akan terlibat dalam gelaran Jogja Joget. Acara yang akan digelar di Taman Budaya Kulonprogo pada Sabtu (29/4/2023) tersebut merupakan bentuk peringatan Hari Tari Dunia.
Koordinator Lapangan Jogja Joget, Anom mengatakan bahwa total penari yang ikut serta dalam Jogja Joget mencapai sekitar 400 penari. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya berasal dari Kulonprogo.
“Ada 400 penari yang akan ikut serta itu berasal dari semua kabupaten/kota di DIY. Nah, 200 di antaranya itu dari Kulonprogo. Ada juga penari mancanegara yang ikut,” kata Anom, Jumat (28/4/2023).
Anom menambahkan bahwa akan ada kesenian rakyat di Selasar Amphitheater dan Ruang Pameran pada pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Lalu pada pukul 15.30 WIB akan ada sarasehan tari pembuka dari Mbak Gobet Sanggar Langit Alang-alang.
BACA JUGA: Jogja Joget Akan Kembali digelar di Kulonprogo
Malam harinya, di tempat yang sama pada pukul 19.00 WIB akan dimulai pertunjukan tari pembuka Jogja Joget. Selanjutnya akan ada penampilan lima karya wilayah, lalu pertunjukan internasional, kolaborasi ragam raga, dan sebagainya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan bahwa Jogja Joget diselenggarakan dengan mengolaborasikan pelaku tari di setiap kabupaten dan kota di DIY.
“Tujuan utama ini menjadi satu momen luar biasa bagi kita di DIY, bagaimana seniman tari menjadi ajang silaturahmi, meyakinkan diri, komunitas, dan kita sebagai areal budaya, bahwa seni tari menjadi bagian yang penting dan berkontribusi dalam meningkatkan dan mengembangakan kebudyaan di DIY, “ kata Laksmi.
Di lain pihak, Ketua Panitia Jogja Joget, Acun Kuncoro Dewo mengatakan dengan adanya kolaborasi seniman tari di DIY, maka diharapkan dapat menghadirkan solidaritas antarpelaku seni.
Dia juga berharap Jogja Joget dapat memperkenalkan seni tari yang ada di Indonesia agar dapat mendunia. “Jogja akan mendunia di bidang seni budaya. Jogja harus mendunia lagi. Semoga ini adalah awal konsep yang kami tawarkan,” Kata Acun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman ungkap tingginya hipertensi, gangguan mental, dan karies gigi pada anak sekolah 2025–2026.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.