Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jembatan penghubung Kalurahan Kampung-Jurangjero Ngawen terputus akibat hujan deras yang mengguyur di wilayah tersebut, Kamis (4/5/2023) /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawen pada Rabu (3/5/2023) malam berdampak terhadap putusnya jembatan penghubung antara Kalurahan Kampung dengan Jurangjero. Karena akses yang terputus ini, maka warga harus memutar sejauh enam kilometer untuk beraktivitas.
BACA JUGA: Jembatan Pangkah Putus Diterjang Banjir
Ulu-Ulu Kalurahan Jurangjero, Supriyanto mengatakan, peristiwa amblesnya jembatan di perbatasan Jurangjero-Kampung terjadi pada Rabu (3/5/2023) sekitar pukul 19.30 WIB. Sebelum peritistiwa itu terjadi sempat diguyur hujan deras yang mengakibatkan banjir di aliran sungai di kawasan tersebut.
“Warga sempat ada yang mendengar suara bergemuruh. Setelah dilihat ada pohon tumbang dan badan jembatan ambles terkikis karena banjir sehingga akses menjadi terputus,” kata Supriyanto kepada wartawan, Kamis (4/5/2023).
Selain memutus akses, banjir juga mengakibatkan talut di samping jembatan ikut ambrol. kerusakan ini sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidul agar segera dilakukan penaganan.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Tapi, dengan putusnya jembatan maka akses warga menjadi terhambat,” katanya.
Menurut dia, jembatan yang terputus bukan jalur utama, tapi jalan tersebut menjadi salah satu alternatif warga untuk beraktivitas. Selain itu, juga sebagai sarana anak-anak untuk bersekolah ke SMP Negeri 5 Ngawen.
“Ya kalau harus lewat jalur utama (Ngawen-Jurangjero atau sebaliknya, maka harus menempuh sekitar enam kilometer. Tapi dengan jalur alternative ini maka waktunya lebih cepat karena dapat memotong jalur sehingga jaraknya menjadi lebih dekat,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, Supriyadi. Menurut dia, warga terpaksa memutar sejauh enam kilometer dikarenakan rusaknya jembatan di perbatasan Kampung-Jurangjero.
“Yang paling kasihan anak-anak yang akan bersekolah. Berhubung akses lebih jauh, maka terpaksa harus diantar,” katanya.
Menurut dia, kerusakan akibat banjir yang terjadi pada Rabu malam sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidu. Warga di sekitar lokasi juga sudah bekerja bakti untuk membersihkan pohon tumbang di dekat jembatan.
“Kami [TRC] ikut membantu bersama-sama dengan warga. Untuk perbaikan kami serahkan sepenuhnya ke pimpinan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.