Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Sejumlah siswa perempuan mengikuti Aksi Bergizi di SMAN 1 Seyegan, Jumat (5/5/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
SLEMAN—Pemerintah terus berupaya menurunkan angka pada anak atau stunting. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yakni dengan Aksi Bergizi, yang digelar di SMAN 1 Seyegan, Jumat (5/5/2023).
Plh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Novita Krisnaeni menjelaskan stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan anak.
Anak yang tumbuh dengan kondisi stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak. “Bahkan sistem kekebalan tubuh anak lebih rentan dan berisiko mengalami penyakit kronis pada usia dewasa,” ujarnya di sela-sela acara Aksi Bergizi, Jumat.
BACA JUGA : Angka Stunting di DIY Masih Timpang, Butuh Kerja Keras
Untuk itu, melalui regulasi Perpres No. 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, pemerintah berupaya menurunkan stunting. Penurunan stunting di Indonesia ditargetkan sebesar 14% pada tahun 2024. “Berdasarkan hasil Survai Status Gizi Indonesia 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Sleman sebesar 15 persen,” katanya.
Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama lintas sektoral dalam penanggulangan dan penurunan stunting, termasuk pencegahan sejak dini. Salah satu bentuk intervensi sebelum kelahiran adalah berupa Aksi Bergizi yang digelar di sekolah-sekolah.
Gerakan Nasional Aksi Bergizi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswi dalam membiasakan konsumsi tablet tambah darah (TTD), konsumsi gizi seimbang dan aktivitas fisik bagi anak sekolah.
“Hari ini bertempat di SMAN 1 Seyegan, Kejaksaan Negeri Sleman menyelenggarakan gerakan Aksi Bergizi. Acara ini melibatkan sekitar 500 siswa dan menghadirkan lintas sektor baik tingkat Kabupaten Sleman dan Kapanewon Seyegan,” katanya.
Perwakilan Kejari Sleman, Ginanjar Damar Pamenang, mengatakan melalui gerakan Aksi Bergizi ini diharapkan mendorong generasi muda untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, dan rutin aktivitas fisik.
Aktivitas Aksi Bergizi ini meliputi enam bersama, sarapan sehat, hingga meminum tablet tambah darah serentak. Peserta juga mendapatkan edukasi dari Dokter Puskesmas Seyegan melalui talkshow yang dipandu oleh Duta Kesehatan Sleman. “Aksi Bergizi kami selenggarakan agar para siswa terbiasa untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, memakan makanan sehat bergizi, dan rutin aktivitas fisik,” katanya.
Kepala SMAN 1 Seyegan, Kristya Mintarja mengatakan melalui Aksi Bergizi ini ia berpesan kepada para siswa terutama siswa perempuan agar semakin memperhatikan gizi dan semua yang diperlukan untuk kehidupan masa depannya. Hal ini tidak lain untuk membantuk gerakan penurunan stunting. “Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas kaum perempuan. Kalau perempuannya hebat, maka akan menjadi bangsa yang maju. Karena perempuan adalah madrasah pertama bagi manusia. Sekolah pertama manusia adalah ibunya,” kata dia. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.