Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
tidak ada foto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul meminta kepada masyarakat untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Langkah ini sebagai upaya mencegah penularan Virus Corona yang sekarang dalam tren meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tren penularan Corona meningkat. Hampir setiap harinya ada penambahan kasus baru warga yang terinfeksi.
Dia mencontohkan, pada Jumat (5/5/2023) dilaporkan ada satu warga yang dinyatakan positif Corona. Tambahan ini, maka total sejak wabah ini muncul ada 23.578 warga yang terjangkit.
Menurut Dewi, untuk dinyatakan sembuh ada 22.246 orang dan meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 1.235 orang. adapun yang masih menjalani perawatan ada 97 orang. “Mayoritas menjalani perawatan secara mandiri. Untuk yang di rumah sakit ada sembilan orang,” katanya.
BACA JUGA: Ada 3 Pasien Covid-19 Masuk, RS PKU Muhammadiyah: Kami Siap Jika Ada Lonjakan Kasus
Ia mengakui tren penularan yang meningkat tidak lepas kondisi masyarakat yang sudah longgar dalam menjalankan protokol kesehatan. Oleh karena itu, Dewi meminta kepada masyarakat agar tetap tidak abai sehingga laju penularan bisa ditekan.
“Mari bersama untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona,” katanya.
Menurut dia, berbagai program pencegahan terus dilakukan dengan melaksanakan vaksinasi di setiap puskesmas. “Untuk mengurangi risiko penularan, saya juga mengimbau agar masyarakat terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Tentunya dengan kondisi tubuh yang vit, maka potensi terserang penyakit akan berkurang,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mendukung penuh upaya pemkab dalam rangka menekan laju penularan Covid-19 yang seakrang kembali marak. Meski demikian, ia meminta program yang dijalankan tidak sampai membuat gaduh di masyarakat.
“Ini penting karena kalau gaduh malah tidak baik di masyarakat. terlebih lagi, ada trauma yang mendalam berkaitan dengan virus corona,” katanya.
Menurut dia, keberhasilan dalam pencegahan juga berkaitan dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Dikarenakan Corona masih menjadi ancaman, maka warga diminta tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Penyidik Satreskrim Polres Bantul menetapkan seorang pria berinisial W, 44, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan.
Pemerintah mendukung transisi telur bebas sangkar, tetapi kesiapan pasokan, harga, distribusi, dan kesadaran konsumen masih menjadi tantangan.
Reza Rahadian mengungkap tiga adegan favorit di film Laut Bercerita, mulai dari penjara hingga tantangan syuting di kedalaman laut.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.