Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Koordinator Lapangan Wanagama Purwanto pada saat menunukan foto kenangan kedatangan Raja Charles III yang dipajang di Wisma Cendana, Wanagama. Foto diambil Senin (8/5/2023)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Raja Charles III secara resmi dinobatkan sebagai Raja Inggris pada Sabtu (6/5/2023). Sebelum naik tahta, Raja Charles III pernah berkunjung ke Gunungkidul, tepatnya di Hutan Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen.
BACA JUGA: Yuk Intip Kemewahan Mahkota Raja Charles III
Kunjungan dilaksanakan pada 5 November 1989 lalu. Saat itu ia masih bergelar Pangeran Wales. Kedatangannya ke Indonesia tidak sendirian karena ditemani oleh mendiang Putri Diana.
Hanya saja, sang putri tidak ikut ke Gunungkidul dikarenakan ada kunjungan ke tempat lain. Meski telah berlangsung sekitar 34 tahun lalu, namun kenangan kedatangan Sang Pangeran masih tersimpan baik.
Memori ini terdokumentasikan dengan baik dalam bingkai foto yang dipajang di Wisma Cendana, tepatnya di pojok di samping pintu masuk. Didalam bingkai terdapat tiga foto yang memperlihatkan kegiatan selama kunjungan.
Foto pertama terlihat Pangeran Charles sedang berada di Wisma Cendana. Sedangkan dua foto lainya, berisikan kegiatan menanam pohon jati serta melihat pameran yang digelar di halaman wisma.
Direktur Wanagama, Handojo Hadi Nurjanto mengatakan ada kesibukan di kampus saat dikonfirmasi pada Selasa (9/5/2023). Ia pun mempersilahkan datang ke Wanagama untuk mengetahui kegiatan Pangeran Charles selama di Gunungkidul.
“Kebetulan saya sedang mengajar. Bisa langsung ke Pak Pur [Koordinator Lapangan] nanti akan dijelaskan,” kata Handojo melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Raja Inggris III pernah datang untuk melihat pengembangan konservasi yang dilakukan di Wanagama.
“Kunjungan dilakukan pada 5 November 1989,” katanya.
Koordinator Lapangan Wanagama, Purwanto mengatakan, kedatangan Raja Inggris sudah berlangsung lama, namun kenangannya masih ada sampai sekarang. Sang Raja disambut oleh Menteri Lingkungan Hidup kala itu Emil Salim, pengagas Wanagama Oemi Hani’in Suseno, Dekan Fakultas Kehutanan pada masa itu Ahmad Sumitro dan Pembantu Dekan II, Sambas Sabarudin.
Dia menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang dilkukan oleh Raja Inggris ini. Salah satunya dengan menanam bibit pohon jati kapur di petak 17 di Hutan Wanagama.
“Yang beliau tanam hanya satu pohon saja. Fotonya juga masih ada sampai sekarang,” kata Pur.
Berdasarkan informasi yang ia terima, pohon jati yang ditanam sang raja masih ada hingga sekarang. Meski demikian, ia belum bisa menunjukkannya karena tidak tahu pasti lokasinya.
“Daripada saya salah, sebaiknya menunggu petugas yang menangani Pak Sukardiono. Tapi, ia baru ke lapangan sehingga belum bisa menunjukannya,” katanya.
Pur mengungkapkan kedatangan Raja Charles III ke Gunungkidul kala itu untuk melihat keberhasilan konservasi lahan kritis di kawasan Wanagama yang memiliki luas 623 hektare. Pada awalnya kondisinya tidak sehijau sekarang karena berupa perbukitan lahan kritis nan tandus.
“Mulai dikelola pada 1966 dan kondisinya masih gersang. Tapi, lambat laut berhasil dihijaukan sehingga sang raja tertarik untuk melihat langsung keberhasilan dalam program konservasi ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)