Bawa Kopi Lokal ke Kancah Global, JCW #6 Gandeng Eksibitor ASEAN
Mengusung tema "Inclusive Vibes", gelaran Jogja Coffee Week ke-6 (JCW #6) siap menyapa para pencinta dan pelaku industri kopi di Hall B & C Jogja Expo Center (J
Yuna Pancawati, ketika memberikan sambutan mewakili Pejabat Sekda DIY dalam Syawalan yang digalar di Teras Malioboro 1, Senin (15/5/2023)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Teras Malioboro 1 dan 2 akan digabung sehingga nantinya Teras Malioboro bisa menjadi ikon Jogja. Wisatawan belum merasakan ke Jogja jika belum ke Teras Malioboro.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sri Nurkyatsiwie dalam Syawalan yang diselenggarakan di Teras Malioboro 1, Senin (15/5/2023). Siwie mengatakan, saat ini memang ada Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.
Kegiatan syawalan juga menjadi bukti Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2 bisa berkolaborasi. "Ke depan tidak ada lagi Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2 karena akan menjadi satu," jelas Siwie dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin.
Siwie mengatakan, saat ini sudah mulai kelihatan. Selain itu, saat ini, pengembangan Teras Malioboro juga dibantu oleh perguruan tinggi, komunitas dan perbankan. "Kalau ini bisa dikelola dengan baik maka gerakan ini bisa menjadikan UMKM naik kelas," paparnya.
Baca juga: Petani Milenial Sleman Punya Badan Usaha, Permudah Akses Modal
Dalam kegiatan yang dihadiri beberapa komunitas yang terkait dengan Teras Malioboro ini, Siwie mengaku senang karena pada saat Lebaran lalu tidak ada berita yang viral pedagang nuthuk harga. Ini semua karena pedagang sudah memiliki kesadaran.
Dengan demikian dia berharap pengunjung yang datang ke Teras Malioboro tidak kapok. Mereka tidak hanya sekali datang setelah itu tidak datang lagi.
Tahun lalu, tercatat ada sekitar 2,7 juta orang yang datang, Jika setiap yang datang ini belanja Rp 50.000 maka bisa dibayangkan berapa uang yang beredar.
Siwie juga akan terus melakukan survei, mengamati dan terus mengembangkan Teras Malioboro. Kalau ada pedagang yang masih sepi, akan dilihat penyebabnya dan diharapkan bisa didapatkan solusi untuk meningkatkan penjualan.
Terkait dengan keinginan untuk membuat gapura agar Teras Malioboro lebih kelihatan, Siwie mengatakan, hal itu juga sudah dipikirkan. "Tetapi karena Malioboro masuk sumbu filosofi maka akan dilakukan pertimbangan yang lebih matang agar tidak menyalahi," katanya.
Siwie juga mengingatkan pedagang yang sudah menyewa tempat tetapi tidak segera dibuka atau dibuka tidak rutin maka akan dilakukan pembinaan. Akan ada peringatan satu sampai tiga sebelum diambil tindakan.
Agar barang yang dijual di Teras Malioboro lebih laku, maka dia mengajak pedagang untuk bergabung di Sibakul. Dia berharap lewat penjualan online, maka omset akan meningkat. Pemda DIY akan membantu agar ongkir bisa rendah dan kalau memungkinkan bebas ongkir.
Ketua panitia Toni berharap Teras Malioboro terus berkembang sehingga bisa menjadi tempat wisata belanja di Jogja. Teras malioboro diharapkan juga bisa menjadi ruang kebersamaan antar komunitas.
Asekda DIY bidang Perekonomian dan Pembangunan Yuna Pancawati yang mewakili pejabat Sekda DIY Wiyos Santoso mengatakan, pengembangan Teras Malioboro akan terus dilakukan agar ke depan bisa menjadi ikon Jogja. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah melakukan kolaborasi. Dengan demikian diharapkan pemulihan ekonomi ini bisa menjadi lebih cepat. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mengusung tema "Inclusive Vibes", gelaran Jogja Coffee Week ke-6 (JCW #6) siap menyapa para pencinta dan pelaku industri kopi di Hall B & C Jogja Expo Center (J
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Panitia diminta cermat untuk mencegah sengketa pemilihan.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.