Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Polisi Periksa Bidan
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
Sampah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani mulai dibangun. TPST ini akan jadi salah satu dari dua tambahan TPST yang direncanakan dibangu oleh Pemkab Sleman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taufiq Wahyudi menerangkan setelah fokus menggenjot pembangunan dan perbaikan jalan di momen lebaran, DPUPKP Sleman akan kembali berfokus pada sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya. Salah satunya pembangunan TPST Tamanmartani di Kalasan.
"Kemarin itu pas lebaran cuma digenjot untuk perbaikan jalan. Sudah perbaikan ya kita kembali ke normal, jadi sesuai dengan yang direncanakan," katanya, Senin (22/5/2023).
Terbaru, pembangunan TPST Tamanmartani telah dimulai. Pemenang lelang telah di kontrak beberapa waktu lalu. Selanjutnya proses akan berlanjut memasuki tahap pembangunan. "TPST Tamanmartani itu kan sudah. Baru kita kontrak itu, sudah jalan, pekan kemarin kontraknya," katanya.
BACA JUGA: Ngeri! Dalam Sepekan, Tiga Kasus Pengeroyokan Terjadi di Bantul
Dalam pembangunannya, DPUPKP Sleman bakal fokus pada pembangunan fisik seperti akses jalan dan tembok TPST Tamanmartani. Sementara pengadaan peralatan pengolahan sampah nantinya akan berada di ranah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.
"Kalau kami cuma masalah fisiknya saja, jadi akses masuk ke jalan, kemudian tembok keliling. Nanti yang masalah peralatan ada di DLH," ujarnya.
Taufiq menambahkan proses pembangunan TPST Tamanmartani nanti akan berjalan paralel. "Jadi nanti kita berantai, setelah kita jadi mungkin ada sebagian paralel nanti yang DLH masuk juga. Jadi DLH itu pengadaan peralatannya, mesinnya, pengolahannya," katanya.
Sebelumnya Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menerangkan ada dua lokasi pembangunan TPST baru di Sleman. Namun tahun 2023 ini, pemerintah menargetkan satu titik TPST terbangun yakni di Tamanmartani.
"Masalah kita adalah sampah. Kita membangunkan untuk tempat [pengelolaan] sampah. Ini ada yang kita anggarkan itu rencana dua titik, tapi tahun ini baru satu titik dulu yang di Kalasan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih melakukan analisa dan evaluasi terkait evakuasi 11 bayi dari rumah penitipan di Pakem, Sleman.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.