Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan program pencegahan penyakit kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) terus dilakukan. Hanya saja, hingga kini pemberian vaksin tersebut baru menyasar kalangan anak-anak perempuan.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan program vaksinasi HPV di Gunungkidul sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena itu tidak ada masalah ketika program diluncurkan secara nasional. “Sudah dijalankan dan layanan bisa dilakukan di puskesmas terdekat,” katanya kepada wartawan, Minggu (4/6/2023).
Dia menjelaskan, vaksinasi ini diberikan secara gratis. Sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, vaksin masih terbatas karena baru menyasar anak-anak, khususnya perempuan. “Kalau vaksin HPV gratis untuk orang dewasa saat ini belum ada sehingga kalau mau vaksinasi harus bayar,” katanya.
BACA JUGA: Di DIY Ada 400 Penyintas Kanker Baru Setiap Tahun
Menurut dia, proses vaksinasi HPV untuk anak perempuan terus berlangsung. Namun, prosesnya akan digencarkan pada saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar antara September-November setiap tahunnya.
Dewi mengakui pelaksanaan, meski telah tersedia di puskesmas, vaksin lebih efektif dilaksanakan di sekolah bersamaan dengan program bulan imunisasi. “BIAS tidak hanya menyasar HPV untuk anak kelas V SD, tetapi ada juga lainnya seperti difteri untuk anak kelas I SD serta vaksin lain yang disesuaikan dengan kelompok umur. Jadi, dengan adanya BIAS pelaksaan vaksinasi bisa terprogram dengan baik,” katanya.
Disinggung mengenai stok vaksin HPV, dia mengatakan persediaan sangat bergantung dengan pasokan dari Pemerintah Pusat. Pihaknya terus berkoordinasi guna memastikan stok vaksin terus tersedia. “Vaksin ini diberikan untuk pencegahan penyakit kanker serviks sejak dini. Makanya yang disasar anak-anak perempuan kelas lima SD,” katanya.
Anggota Komisi D, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap Dinkes Gunungkidul terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang pencegahan penyakit kanker serviks. “Sosialisasi sangat penting karena untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bahaya penyakit ini. tujuannya dengan masyarakat tahu, maka upaya pencegahan bisa lebih dimaksimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.