Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan program pencegahan penyakit kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) terus dilakukan. Hanya saja, hingga kini pemberian vaksin tersebut baru menyasar kalangan anak-anak perempuan.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan program vaksinasi HPV di Gunungkidul sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena itu tidak ada masalah ketika program diluncurkan secara nasional. “Sudah dijalankan dan layanan bisa dilakukan di puskesmas terdekat,” katanya kepada wartawan, Minggu (4/6/2023).
Dia menjelaskan, vaksinasi ini diberikan secara gratis. Sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, vaksin masih terbatas karena baru menyasar anak-anak, khususnya perempuan. “Kalau vaksin HPV gratis untuk orang dewasa saat ini belum ada sehingga kalau mau vaksinasi harus bayar,” katanya.
BACA JUGA: Di DIY Ada 400 Penyintas Kanker Baru Setiap Tahun
Menurut dia, proses vaksinasi HPV untuk anak perempuan terus berlangsung. Namun, prosesnya akan digencarkan pada saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar antara September-November setiap tahunnya.
Dewi mengakui pelaksanaan, meski telah tersedia di puskesmas, vaksin lebih efektif dilaksanakan di sekolah bersamaan dengan program bulan imunisasi. “BIAS tidak hanya menyasar HPV untuk anak kelas V SD, tetapi ada juga lainnya seperti difteri untuk anak kelas I SD serta vaksin lain yang disesuaikan dengan kelompok umur. Jadi, dengan adanya BIAS pelaksaan vaksinasi bisa terprogram dengan baik,” katanya.
Disinggung mengenai stok vaksin HPV, dia mengatakan persediaan sangat bergantung dengan pasokan dari Pemerintah Pusat. Pihaknya terus berkoordinasi guna memastikan stok vaksin terus tersedia. “Vaksin ini diberikan untuk pencegahan penyakit kanker serviks sejak dini. Makanya yang disasar anak-anak perempuan kelas lima SD,” katanya.
Anggota Komisi D, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap Dinkes Gunungkidul terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang pencegahan penyakit kanker serviks. “Sosialisasi sangat penting karena untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bahaya penyakit ini. tujuannya dengan masyarakat tahu, maka upaya pencegahan bisa lebih dimaksimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Luca Marini meninggalkan Honda HRC akhir musim 2026 dan bergabung dengan KTM Tech3 mulai MotoGP 2027 dengan kontrak hingga 2028.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.
Marco Melandri memprediksi Marc Marquez menang lima detik di MotoGP Aragon 2026. Ini alasan dan catatan Marquez di MotorLand Aragon.
8 daerah dingin di Indonesia menawarkan udara sejuk hingga 9 derajat Celsius, dari Ruteng, Mamasa, Wonosobo hingga Kota Mulia.
Bareskrim Polri membongkar dugaan judi kasino di “Gedung SB” Sukoharjo. Sebanyak 30 orang jadi tersangka dan uang Rp1,048 miliar disita.