Wayang Menak hingga Gua Jepang Masuk Daftar 12 Cagar Budaya Baru
Sebanyak 12 objek bersejarah di Gunungkidul direkomendasikan menjadi cagar budaya baru, mulai dari Gua Jepang, GKJ Wonosari hingga koleksi Wayang Menak.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD untuk mencegah kanker serviks./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan program pencegahan penyakit kanker serviks melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) terus dilakukan. Hanya saja, hingga kini pemberian vaksin tersebut baru menyasar kalangan anak-anak perempuan.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan program vaksinasi HPV di Gunungkidul sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena itu tidak ada masalah ketika program diluncurkan secara nasional. “Sudah dijalankan dan layanan bisa dilakukan di puskesmas terdekat,” katanya kepada wartawan, Minggu (4/6/2023).
Dia menjelaskan, vaksinasi ini diberikan secara gratis. Sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, vaksin masih terbatas karena baru menyasar anak-anak, khususnya perempuan. “Kalau vaksin HPV gratis untuk orang dewasa saat ini belum ada sehingga kalau mau vaksinasi harus bayar,” katanya.
BACA JUGA: Di DIY Ada 400 Penyintas Kanker Baru Setiap Tahun
Menurut dia, proses vaksinasi HPV untuk anak perempuan terus berlangsung. Namun, prosesnya akan digencarkan pada saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar antara September-November setiap tahunnya.
Dewi mengakui pelaksanaan, meski telah tersedia di puskesmas, vaksin lebih efektif dilaksanakan di sekolah bersamaan dengan program bulan imunisasi. “BIAS tidak hanya menyasar HPV untuk anak kelas V SD, tetapi ada juga lainnya seperti difteri untuk anak kelas I SD serta vaksin lain yang disesuaikan dengan kelompok umur. Jadi, dengan adanya BIAS pelaksaan vaksinasi bisa terprogram dengan baik,” katanya.
Disinggung mengenai stok vaksin HPV, dia mengatakan persediaan sangat bergantung dengan pasokan dari Pemerintah Pusat. Pihaknya terus berkoordinasi guna memastikan stok vaksin terus tersedia. “Vaksin ini diberikan untuk pencegahan penyakit kanker serviks sejak dini. Makanya yang disasar anak-anak perempuan kelas lima SD,” katanya.
Anggota Komisi D, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap Dinkes Gunungkidul terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang pencegahan penyakit kanker serviks. “Sosialisasi sangat penting karena untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bahaya penyakit ini. tujuannya dengan masyarakat tahu, maka upaya pencegahan bisa lebih dimaksimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 12 objek bersejarah di Gunungkidul direkomendasikan menjadi cagar budaya baru, mulai dari Gua Jepang, GKJ Wonosari hingga koleksi Wayang Menak.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan persoalan serius. Empat SD negeri tidak mendapatkan murid baru, sementara ratusan kursi SMP dan SMA masih kosong.
Samir Nasri ditahan polisi Prancis 10 jam terkait kasus pencucian uang jaringan narkoba "Wild Boar". Eks Arsenal & Man City dibebaskan tanpa dakwaan. Polisi sel
Toyota masih terlaris Juni 2026 (22.809 unit wholesales). BYD dan Jaecoo tembus 10 besar. Honda turun ke peringkat 9. Penjualan naik 32,9%.
Kaspersky mengungkap lebih dari 140 juta upaya phishing diblokir pada kuartal pertama 2026. Ancaman penipuan berbasis AI kini semakin sulit dideteksi.
Jumlah penumpang Trans Jogja Trayek 13 meningkat hampir 20 persen setelah rute diperpanjang hingga Stadion TGP Margoluwih, Seyegan, Sleman.