Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Gedung di kawasan Kotabaru, Kota Jogja, Kamis (2/3/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Arah pengembangan wisata Jogja menonjolkan aspek kawasan cagar budaya. Alasannya, kawasan cagar budaya jadi potensi sekaligus penting untuk terus dilindungi. Ada 3 kawasan cagar budaya yang bakal dikembangkan Pemkot Jogja.
Saat ini pembangunan dan penataan tiga kawasan cagar budaya untuk meyokong wisata Jogja sudah dimulai. Berikut ini 3 kawasan cagar budaya dan rencana pengembangannya:
1. Kawasan Kotabaru
Kotabaru jadi proyek pertama arah pengembangan pariwisata Jogja. Sekretaris Daerah (Sekda) Jogja, Aman Yuriadijaya menjelaskan pengembangan Kotabaru didasari pada empat aspek, yaitu segmentasi premium, aktivitas malam hari, memanfaatkan fasad cagar budaya, dan pemandangan taman. “Empat aspek ini sudah didukung dengan layanan yang terstandarisasi dan akan terus dimaksimalkan,” katanya.
Aspek segmentasi premium pengembangan kawasan cagar budaya Kotabaru dilatari dari atmosfer yang timbul di lokasi yang dulunya jadi pemukiman orang Eropa ini. “Setiap kawasan nanti akan berbeda-beda tergantung kawasannya itu sendiri,” jelas Aman.
BACA JUGA: Penjual Obat di Shoppee Ditindak BPOM, Jual Obat Ilegal dengan Nilai Mencapai Rp18 Miliar
Terkait pelindungan nilai budaya di Kotabaru yang seturut arah pengemabngan kawasan cagar budaya di kawasan premium ini, kata Aman, adalah revitalisasi dan adaptasi bangunan-bangunan cagar budaya. “Kalau revitalisasi jelas mengembalikan konstruksi semula, kalua adaptasi dikembangkan tanpa meninggalkan nilai sejarahnya, adaptasi ini contohnya restoran Pizza Hut di Jl. Sudirman yang menggunakan bangunan cagar budaya yang tetap sama nilainya tapi peruntukannya mulai dikembangkan,” terangnya.
2. Kawasan Pakualaman
Pengembangan Pakualaman dimulai dengan revitalisasi Pasar Sentul
3 Kotagede
Penataan Kotagede dilakukan dengan pengembangan Embung Giwangan.
Pasar Sentul dan Embung Giwangan yang sudah mulai dibangun tersebut diharapkan dapat mengungkit kawasan cagar budaya di Pakualaman dan Kotagede.
“Kami memilih mengembangkan sektor pariwisata dengan strategi pengembangan cagar budaya karena itu potensi Kota Jogja dengan nilai-nilai sejarahnya yang hanya dimiliki wilayah ini. Pengembangan kawasan cagar budaya untuk pariwisata ini sekaligus usaha untuk melindungi nilai-nilai budaya yang ada di kawasan tersebut, baik nilai budaya tak benda dan bendanya,” jelas Aman.
Selain itu, alasan pengembangan kawasan cagar budaya untuk wisata Jogja juga agar memecah kunjungan wisatawan di kawasan Tugu, Malioboro, dan Keraton. “Agar tidak selalu terkonsentrasi di kawasan tersebut dan merata di semua wilayah Jogja,” ujar Aman di Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.