Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Tsunami yang menerjang Jepang pada 2011./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD mencatat di sepanjang pantai Gunungkidul dari tujuh alat Early Warning Sistem (EWS) Tsunami hanya tiga EWS yang berfungsi. Empat EWS lainnya dinyatakan rusak.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, tujuh EWS yang dipasang merupakan bantuan dari BMKG. Adapun lokasinya berada di Pelabuhan Sadeng dan Pantai Wediombo, Kapanewon Girisubo; Pantai Gesing, Kapanewon Panggang. Empat EWS lainnya berada di Pantai Baron dua unit dan Pantai Krakal dan Sepanjang di Kapanewon Tanjungsari masing-masing satu unit.
BACA JUGA: 4 Alat Peringatan Dini Bencana di Bantul Rusak
Meski demikian, ia tidak menampik terdapat empat EWS yang rusak sedangkan tiga unit yang masih berfungsi berada di Pantai Sadeng, Sepanjang, dan Baron. Dia sudah mengusulkan untuk perbaikan, karena EWS berguna untuk keselamatan masyarakat jika terjadi tsunami. “Di Pantai Baron ada satu EWS yang rusak,” kata Purwono kepada wartawan, Minggu (18/6/2023).
Dia berharap pergantian tersebut bisa dilaksanakan secepatnya sehingga alat deteksi dini dapat berfungsi dengan normal guna memberikan peringatan. “BMKG berencana menambah dua EWS di 2024. Tapi, kami berharap alat yang rusak bisa segera diperbaiki,” katanya.
Menurut dia, keberadaan EWS Tsunami sangat penting. Hal ini tak lepas adanya aktivitas kegempaan di sisi selatan Gunungkidul. “Fungsi EWS juga sebagai informasi terkait gelombang tinggi. Informasi dari EWS akan diterima BMKG diteruskan kepada daerah yang berpotensi tsunami atau gelombang tinggi,” katanya.
Upaya antisipasi terjadinya tsunami tidak hanya dilakukan menggunakan pemasangan alat-alat deteksi dini. Pasalnya, juga ada program Tsunami Ready untuk antisipasi terjadinya bencana tersebut.
Menurut Purwono, di Gunungkidul baru Kalurahan Kemadang, Tanjungsari yang mendapatkan predikat Tsunami Ready. “Penetapan ini langsung dilakukan oelh UNESCO,” katanya.
Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Kemadang, Surisdiyanto mengatakan, penetapan Kemadang sebagai Tsunami Ready oleh UNESCO-IOC dilaksanakan di Pantai Purus, Kota Padang, Sumatera Barat, pada 26 Desember 2022.
Menurut dia, pengakuan secara internasional ini bukan berarti hanya mendapatkan predikat saja, namun juga terdapat tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat maupun wisatawan siaga tsunami menuju zero victim.
“Tentunya ini menjadi suatu kebanggan, tapi ada tugas yang harus dijalankan dalam rangkah mengurangi risiko saat terjadi tsunami,” kata Suridiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.