Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo RI Septriana Tangkary saat membuka acara acara optimalisasi promosi dan publikasi digital potensi desa, Senin (26/6/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan desa wisata yang perlahan-lahan tumbuh di Jogja dinilai jadi pendongkrak kualitas dan kuantitas pariwisata di wilayah setempat. Agar semakin berkembang, desa wisata pun didorong untuk memaksimalkan jaringan komunikasi dan pemanfaatan teknologi masa kini.
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo RI Septriana Tangkary mengatakan, ada 168 desa wisata di Jogja yang terdiri dari 71 rintisan, 42 berkembang, 41 maju, dan 14 desa wisata mandiri. Semua desa wisata itu diharapkan punya program jaringan komunikasi dan publikasi yang lebih maju untuk dapat berkembang.
BACA JUGA : Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat untuk Promosikan
"Sehingga dapat memberi dampak yang kuat dan desa wisata yang ada di Jogja menjadi desa wisata yang menjadi percontohan bagi desa lain di Indonesia," katanya dalam acara Optimalisasi Promosi dan Publikasi Digital Potensi Desa, Senin (26/6/2023).
Menurut Septriana, desa wisata sudah banyak yang memanfaatkan jaringan komunikasi masa kini dalam mempromosikan produk unggulannya. Namun semua potensi yang dimiliki belum dieksplorasi secara menyeluruh. Masih banyak produk yang sifatnya unik dan hanya ada di desa itu belum disampaikan kepada publik dengan optimal.
"Potensi kuliner atau kriya di daerah masing-masing perlu juga disampaikan melalui jaringan informasi yang memang bisa memberi sesuatu untuk desanya, sehingga ketika berwisata di Jogja, wisatawan memiliki gambaran mana saja yang ingin dikunjungi," jelasnya.
Ketua Badan Promosi Wisata Daerah GKR Bendara mengatakan, desa wisata di Jogja perlu mencari ciri khasnya masing-masing untuk dijual kepada masyarakat luas. Di sisi lain produk wisata juga harus disertai dengan story telling yang bagus agar memberikan kesan dan pengalaman yang menarik bagi pengunjung.
"Tinggal paket wisata di desa yang memang butuh bantuan untuk dipoles, tetapi secara general memang sudah cukup bagus paket wisatanya hanya perlu dipoles saja," ucap Bendara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.