Lanjutan Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Rp18 Miliar
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Merti padukuhan di Kulonprogo - ilustrasi/ist/Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo terus menggelar merti pedukuhan di 930 dusun yang ada di Bumi Menoreh. Merti tersebut menjadi upaya Disbud untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Wruhantoro mengatakan merti pedukuhan yang digelar dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) 2023. “Dalam Keistimewaan DIY masuk ke kategori fasilitasi upacara adat. Namanya sekarang merti pedukuhan. Setiap tahun pasti kami menggelar merti pedukuhan. Khusus untuk 2023 ini seluruh dusun menggelar merti,” kata Wruhantoro saat ditemui di kantornya, Senin (3/7/2023).
BACA JUGA: Diduga Kepergok Berbuat Tak Senonoh, Mahasiswa KKN UGM Dipulangkan
Menurut Wruhantoro, merti pedukuhan menjadi upaya pemberdayaan warga setempat. Dia memberi contoh apabila terdapat persewaan sound system di pedukuhan setempat, maka peralatan itulah yang harus disewa untuk penyelenggaraan acara. “Pemberdayaan masyarakat menjadi tujuan digelarnya merti ini. Kalau di dusun tersebut ada, kenapa harus menggunakan peralatan dari luar,” katanya.
Guna menyusun jadwal acara merti dari 930 pedukuhan yang ada, Disbud meminta tiap pedukuhan mengirim proposal. Dengan begitu, Disbud dapat melakukan pendampingan di lapangan secara maksimal. “Anggaran dari danais langsung kami transfer ke tiap pedukuhan. Rincian penggunaan dana semua sama, tidak ada yang lebih besar. Kalau dibedakan nanti justru tidak adil. Tiap pedukuhan mendapat sekitar Rp10 juta,” katanya.
Lebih jauh, Wruhantoro menjelaskan bahwa merti dusun setidaknya dapat memberi manfaat dari sisi batin maupun lahiriah. Menurutnya, spirit pelestarian kebudayaan menjadi hal yang tidak dapat dinilai dengan uang atau dibandingkan dengan hal-hal lahiriah lain. “Kalau bisa digabungkan dengan pariwisata menjadi luar biasa. Prinsipnya kami memberi dukungan untuk melestarikan kebudayaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.