219 Kafilah Ikuti STQH Kota Jogja, Hasto Minta Pembinaan Diperkuat
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Ombudsman RI (ORI) DIY menerima beberapa laporan masyarakat terkait jual beli seragam di sekolah negeri selama masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023. Menindaklanjuti dari laporan tersebut, ORI DIY melakukan klarifikasi terhadap sejumlah sekolah.
Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman RI DIY, Ruli Arifah menyampaikan pihaknya telah mendatangi SMPN 2 Srandakan dan SMPN 1 Bambanglipuro untuk melakukan klarifikasi terhadap pihak sekolah.
“Kemarin di bantul ada 2 sekolah yang diduga melakukan jual beli seragam, lalu kami mendatangi SMP 1 Bambanglipuro,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (4/7/2023).
Terkait dugaan jual beli seragam tersebut, menurut Ruli, pihak sekolah menyampaikan tidak terkait dengan hal itu. “Kemarin saya ditemui kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, pada intinya kepala sekolah menyampaikan pengadaan seragam diinisiasi murni oleh paguyuban orang tua,” katanya.
BACA JUGA: 9 Cara Merawat Kucing Agar Kesehatannya Terjaga
Menurut Ruli, pihak sekolah mengaku mengadakan pertemuan orang tua untuk memberikan informasi mengenai daftar ulang. Dalam pertemuan tersebut, juga diinformasikan bahwa sekolah tidak mengurusi mengenai pengadaan seragam.
“Jadi sebelum daftar ulang, sekolah mengumpulkan orang tua untuk diberikan informasi mengenai daftar ulang, disitu juga disampaikan pengadaan seragam akan diserahkan kepada orang tua. Jadi sekolah tidak mengurusi lagi.
Sehingga hingga saat ini, Ruli masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dugaan tersebut. “Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut kepada orang tua atau melakukan self assessment ke berapa orang tua,” katanya.
Sementara menurut Ruli, terkait dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Bambanglipuro juga diserahkan kepada orang tua.
“Hasil sementara di SMPN 1 Bambanglipuro pengadaan seragam diserahkan kepada orang tua. Untuk hasil akhirnya kami belum dapat menyimpulkan. karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya diketahui ada laporan dugaan jual beli seragam di SMPN 2 Srandakan dengan nominal Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta untuk satu paket seragam. Sementara di SMPN 1 Bambanglipuro diduga melakukan jual beli seragam Rp1,4 juta untuk satu paket seragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
Keluarga penumpang Virgo Transport 8 masih menanti kabar setelah kapal kecelakaan di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang telah dievakuasi.
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
Prabowo menegaskan BRICS punya peran strategis memperkuat suara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.