Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Pasien antraks - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, belum menetapkan status kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Selain penentuan status KLB berdampak pada perekonomian masyarakat, Pemkab mengklaim penyebaran Antraks sudah terkendali.
Menurut Sunaryanta, belum ditetapkan kebijakan KLB Antraks karena Pemkab masih mempertimbangkan dampak dari kebijakan tersebut. Ia berdalih, kebijakan KLB pasti akan memukul kondisi ekonomi di masyarakat. “Jadi harus dipertimbangkan matang-matang sehingga belum menetapkan KLB,” katanya kepada wartawan, Selasa (11/7/2023).
BACA JUGA: Viral Penyakit Antraks di Gunungkidul, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati
Di sisi lain, Sunaryanta juga mengklaim kasus atraks sudah sangat terkendali. Hal ini terlihat dari penanganan terhadap pasien maupun hewan ternak milik masyarakat yang sudah mulai mendapatkan suntikan pencegahan. “Sudah terkendali dan kondisi di masyarakat juga seperti biasa sebelum ada kasus. Untuk pencegahan juga terus melakukan sosialisasi di masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan puluhan warga yang bergejala antraks sudah mulai sembuh. Meski demikian untuk uji serologi hingga sekarang masih menunggu hasilnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, total ada 28 warga di Dusun Jati, Candirejo, Semanu yang bergejala antraks. Meski demikian, mayoritas warga menjalan rawat jalan karena yang dirawat dirawat di rumah sakit hanya satu orang.
BACA JUGA: Kabar Baik, Mayoritas Penderita Antraks di Gunungkidul Sembuh
“Terus kami pantau kondisi kesehatan para warga ini,” kata Dewi kepada wartawan.
Dia menjelaskan, untuk pasien rawat jalan sudah dinyatakan sembuh. Adapun yang dirawat di rumah sakit masih menjalani perawatan. “Tinggal yang di rumah sakit. sedangkan untuk puluhan warga lainnya sudah sembuh,” katanya.
Disinggung mengenai hasil serologi untuk pengentesan antraks, Dewi mengakui masih menunggu hasil tes tersebut. Hingga sekarang belum ada hasil dari pemeriksaan oleh tim ahli. “Kami masih menunggu hasilnya,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas Indonesia kurang dari 2% kebutuhan harian dan menyiapkan pasokan LNG serta cadangan bahan bakar.
Kemenkes membantah narasi Menkes Budi Gunadi Sadikin sesak napas saat memakai tabung oksigen di Palangka Raya dan menjelaskan tujuan kunjungannya.
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Yaman, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 14 lainnya.
BNPB memantau karhutla di Way Kambas yang berdampak pada 7.000 hektare lahan. Pemadaman terkendala gambut, angin, dan keterbatasan air.
Survei IPO dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik dengan angka top of mind 37,5%.