Gerai KDMP Bantul Punya Waktu 3 Bulan untuk Benahi Catatan Teknis
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.
ilustrasi Perda
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja memastikan untuk mengakomodasi hak memperoleh akses pendidikan yang merata bagi masyarakat di wilayahnya. Hal ini termasuk upaya memasukkan pendidikan agama agar bisa diakses oleh para penghayat kepercayaan dalam Raperda Penyelenggaraan Pendidikan yang baru.
Raperda Penyelenggaraan Pendidikan yang merupakan inisiatif Pemkot Jogja ini nantinya akan menggantikan Perda Kota Jogja No. 5/2008 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan dengan alasan utama menyesuaikan dengan peraturan-peraturan baru di atasnya termasuk UU Cipta Kerja (Omnibus Law).
BACA JUGA : Ketua MLKI: 25 Tahun Reformasi, Jumlah Penghayat
Pembahasan awal sudah dilaksanakan oleh DPRD Jogja bersama jajaran eksklusif berikut tahapan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan serta melakukan studi banding di Kota Mataram Lombok NTB dengan menghasilkan beberapa daftar inventaris (DIM) dan usulan dari masyarakat.
Anggota Pansus Raperda Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Jogja Antonius Fokki Ardiyanto mengusulkan agar penghayat kepercayaan diakomodasi dalam memperoleh pendidikan agama. Hal ini menurutnya selaras dengan Permendikbud No. 27/2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada satuan pendidikan.
"Oleh karena itu peserta didik aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus dan wajib mendapatkan layanan pendidikan," ujarnya Jumat (15/7/2023).
BACA JUGA : Pemerintah Daerah Didorong Maksimalkan Hak Layanan
Dia menyebut, upaya mengakomodasi pendidikan agama pada penghayat kepercayaan ini merupakan hak pengajaran kepada anak didik Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sehingg dalam Pasal tentang Raperda penyelenggaraan pendidikan maka penganut aliran kepercayaan telah terpenuhi hak-haknya di bidang pendidikan dasar di Kota Jogja.
"Harapannya Kota Jogja menjadi kota yang semakin inklusif dan toleran serta harmoni dapat terwujud dalam rangka mengimplementasikan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.
Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah akibat kabut asap. Pembelajaran dialihkan ke rumah dan guru mendapat izin bekerja dari rumah.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Meta melarang iklan ByteDance di Facebook dan Instagram di Indonesia serta enam negara lain. Kebijakan ini memperuncing persaingan dengan TikTok.
Anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026 dengan 57 juta penerima. Pemerintah memperketat standar higiene dan ketepatan sasaran.
Kabut asap membuat kualitas udara Singapura masuk kategori tidak sehat menjelang F1 2026. Balapan tetap dijadwalkan, masker N95 disiapkan.