Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
tidak ada foto
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Dinas Sosial Bantul, Gunawan Budi Santoso menyebut jawatannya rutin mengirim air bersih ke wilayah yang kekurangan air bersih, salah satunya di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Bahkan sejak bulan ini pihaknya sudah tiga kali dropping air bersih.
“Sejak awal bulan Juli 2023 yang lalu kami sudah menerima permintaan dropping air bersih dari masyarakat yang ada di Kapanewon Dlingo,” katanya, Rabu (19/7/2023)
Ia mengatakan hampir setiap pekan instansinya mengirimkan satu hingga dua tangki air bersih dengan kapasitas per tangki sekitar 8.000 liter.
Air bersih tersebut digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan untuk konsumsi. Bukan untuk kebutuhan lainnya seperti pengairan sawah.
Menurutnya, konsumsi air bersih penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. “Kalau air bersih masyarakat kekurangan kan bahaya. Ini kan kaitannya dengan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Gunawan meminta masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera mengajukannya karena stok air bersih di Dinas Sosial cukup melimpah dan siap dikirim ke lokasi-lokasi yang krisis air bersih.
Tidak hanya di Dinas Sosial, permintaan air bersih juga bisa diajukan ke PMI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
Sejauh ini pihaknya juga selalu koordinasi dengan intansi terkait untuk pengiriman air bersih. “Kita koordinasi juga dengan instansi lain seperti BPBD dan PMI. Pokoknya mana yang siap kami kirim air bersih ke masyarakat dengan segera,” katanya.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengaku sejauh ini jawatannya belum menerima permintaan air bersih dari masyarakat. Namun ia tidak menampik pengiriman air bersih ke wilayah krisis air tetap ada dari Dinas Sosial dan PMI Bantul.
Sementara itu Lurah Terong, Kapanewon Dlingo, Sugiyono mengatakan warga yang kekurangan air bersih adalah warga yang tinggal di Dusun Pancuran.
Di lokasi tersebut sebenarnya, kata dia, ada sumber air dalam tanah, namun karena pompanya yang rusak sehingga tandon atau tempat penampungan air bersih kosong.
“Bak utama penampungan air sudah tidak airnya sejak beberapa bulan silam akibat rusaknya pompa,” katanya. Selain Dusun Pancuran yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau panjang adalah Padukuhan Ngenep, Pencitrejo dan Terong 2.
Karena itu warganya mengajukan suplai air bersih ke PMI dan Dinas Sosial Bantul. Bukan hanya warga yang kekurangan air bersih, namun persawahan juga sudah tidak ditanami lagi kecuali tanaman palawija karena tidak cukup air. Bahkan banyak juga sawah yang hanya dibiarkan tidak ditanami dan menunggu musim hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.