Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja memastikan lokasi penampungan sampah sementara pengganti TPST Piyungan berada di luar wilayah Kota Jogja. Hingga kini penjajakan masih terus dilakukan Pemkot Jogja ke calon lokasi penampungan sampah sementara itu.
Tak hanya satu calon lokasi, Pemkot Jogja juga terus menjajaki beberapa lokasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja jadi salah satu pihak yang turut melakukan penjajakan tersebut.
“Sudah ada beberapa penjajakan di berbagai lokasi yang kami lakukan dari kemarin dan hari ini, akan kami lanjut besok juga. Sementara ini belum ada lokasi yang fiks 100 persen,” kata Kepala Bidang Pengolahan Persampahan DLH Jogja Ahmad Haryoko, Minggu (23/7/2023).
BACA JUGA: TPA Piyungan Ditutup Satu Setengah Bulan, Pengolahan Sampah Didorong di 64 TPS3R
Haryoko menegasakan lokasi tersebut hanya difungsikan sebagai lokasi sementara penitipan sampah selama TPST Piyungan ditutup. “Jadi ini solusi jangka pendek, kami hanya cari yang sementara selama 40an hari itu, tidak permanen,” ujarnya.
Sehingga lokasi yang sedang dilakukan penjajakan tersebut, lanjut Haryoko, kelak setelah TPA Piyungan dibuka lagi sampahnya akan diambil oleh jajarannya. “Bukan untuk lokasi pembuangan, tapi penitipan sementara,” tegasnya.
Soal kemungkinan ada pengolahan sampah di lokasi tersebut, menurut Haryoko, dikembalikan lagi ke masyarakat sekitar. “Kalau masyarakat di situ berkenan akan kami siapkan pengolahannya, misalnya agar jadi pupuk atau lainnya, tapi itu kami kembalikan lagi ke masyarakat,” jelasnya.
Haryoko menyebut kriteria utama penentuan lokasi penampungan semantara itu sederhana, cukup hanya diterima masyarkat sekitar. “Kriteria utamanya satu, dapat diterima masyarakat sekitar lokasi, itu saja sudah senang. Luasan dan lainnya bisa dibahas nanti,” terangnya.
Sambil mengantisipasi tumpukan sampah rumah tangga, sambung Haryoko, DLH Jogja akan melakukan buka tutup depo sampah di wilayahnya. “Sementara ini kami tutup, nanti kalau memang diperlukan misalnya masyarakat tak memiliki tempat buang sampah lagi akan dibuka,” ucapnya.
Buka tutup depo sampah, menurut Haryoko, bersifat kondisional. “Karena ini belum dapat lokasi penitipannya maka kami akan buka tutup depo, tidak semua depo ditutup atau dibuka nanti ada sistemnya,” paparnya.
Langkah lain yang dilakukan Pemkot Jogja untuk mengantisipasi penutupan TPA Piyungan, kata Haryoko, dengan mengencerkan gerakan zero sampah anorganik. “Secara resmi edaran belum, tapi praktis gerakan sampah anorganik sudah dilakukan dari awal tahun, akan digencarkan lagi. Kami harap kreativitas masyarakat juga dengan model apapun, biopori jugangan juga dipersilakan,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.