4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Ilustrasi durian/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengembangan durian di Kabupaten Kulonprogo terus dilakukan. Saat ini, ada lima kapanewon yang menjadi sentra pengembangan durian.
Untuk itu, Pemkab Kulonprogo memanfaatkan Dana Keistimewaan untuk mengembangkan potensi durian tersebut.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Juliwati mengatakan pengembangan durian dan sarana-prasana di Kawasan Perbukitan Menoreh menggunakan Danais. "Dengan Danais kami berikan dukungan perawatan dan pemeliharaan tanaman durian. Tahun ini Danais kami alokasikan untuk Kalibawang dan Girimulyo," kata Juliwati dihubungi, Jumat (4/8/2023).
Perawatan dan pemeliharaan tersebut berwujud dalam bantuan pupuk dan pestisida. Selain Kalibawang dan Girimulyo yang menjadi sentra pengembangan durian, masih ada Samigaluh, Kokap, dan sebagian Nanggulan. "Nominal Danais kami belum bisa memberi tahu soalnya dananya bukan hanya untuk durian. Ada juga untuk peternakan dan mendukung perkebunan," katanya.
BACA JUGA: Dua Varietas Baru Durian Diperkenalkan di Embung Tonogoro
Juliwati menjelaskan dalam upaya pengembangan durian, pihaknya menemui beberapa kendala. Salah satu kendala yang muncul adalah ketiadaan lahan luas untuk kebun durian. "Karena wilayah pengembangan durian ini di perbukitan ya kami kesulitan karena tidak adalah satu lahan luas. Memang sudah ada lahan berhektar-hektar untuk mengembangkan durian tapi terpisah-pisah. Tidak bisa ngeblok dalam hamparan," ucapnya.
Lebih jauh, Juliwati mengatakan DPP Kulonprogo sedang mendaftarkan dua varietas baru durian lokal bernama Kepranan dan Kantik. Kedua durian tersebut berasal dari Kalurahan Banjoroyo, Kalibawang. "Kepranan dan Kantik sedang kami daftarkan bersama BRIN dan Pemerintah Pusat. Nantinya dapat ditetapkan menjadi varietas unggulan. Kemarin sudah ada uji identifikasi fisik," lanjutnya.
Kepranan tumbuh di pohon durian berumur 101 tahun milik Waliadin, sedangakan Kantik tumbuh di pohon durian berumur 30 tahun milik Kobar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.