Konten Kreator Wajib Miliki NIB, Pemkab Sleman Siapkan Sosialisasi
DPMPTSP Sleman siapkan NIB untuk konten kreator usai KBLI 2025, dorong legalitas usaha ekonomi digital.
Ilustrasi durian/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengembangan durian di Kabupaten Kulonprogo terus dilakukan. Saat ini, ada lima kapanewon yang menjadi sentra pengembangan durian.
Untuk itu, Pemkab Kulonprogo memanfaatkan Dana Keistimewaan untuk mengembangkan potensi durian tersebut.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Juliwati mengatakan pengembangan durian dan sarana-prasana di Kawasan Perbukitan Menoreh menggunakan Danais. "Dengan Danais kami berikan dukungan perawatan dan pemeliharaan tanaman durian. Tahun ini Danais kami alokasikan untuk Kalibawang dan Girimulyo," kata Juliwati dihubungi, Jumat (4/8/2023).
Perawatan dan pemeliharaan tersebut berwujud dalam bantuan pupuk dan pestisida. Selain Kalibawang dan Girimulyo yang menjadi sentra pengembangan durian, masih ada Samigaluh, Kokap, dan sebagian Nanggulan. "Nominal Danais kami belum bisa memberi tahu soalnya dananya bukan hanya untuk durian. Ada juga untuk peternakan dan mendukung perkebunan," katanya.
BACA JUGA: Dua Varietas Baru Durian Diperkenalkan di Embung Tonogoro
Juliwati menjelaskan dalam upaya pengembangan durian, pihaknya menemui beberapa kendala. Salah satu kendala yang muncul adalah ketiadaan lahan luas untuk kebun durian. "Karena wilayah pengembangan durian ini di perbukitan ya kami kesulitan karena tidak adalah satu lahan luas. Memang sudah ada lahan berhektar-hektar untuk mengembangkan durian tapi terpisah-pisah. Tidak bisa ngeblok dalam hamparan," ucapnya.
Lebih jauh, Juliwati mengatakan DPP Kulonprogo sedang mendaftarkan dua varietas baru durian lokal bernama Kepranan dan Kantik. Kedua durian tersebut berasal dari Kalurahan Banjoroyo, Kalibawang. "Kepranan dan Kantik sedang kami daftarkan bersama BRIN dan Pemerintah Pusat. Nantinya dapat ditetapkan menjadi varietas unggulan. Kemarin sudah ada uji identifikasi fisik," lanjutnya.
Kepranan tumbuh di pohon durian berumur 101 tahun milik Waliadin, sedangakan Kantik tumbuh di pohon durian berumur 30 tahun milik Kobar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMPTSP Sleman siapkan NIB untuk konten kreator usai KBLI 2025, dorong legalitas usaha ekonomi digital.
Latsarmil KDMP telan 5 korban jiwa. Akademisi UGM minta evaluasi total karena dinilai tak relevan dengan tugas manajer koperasi.
Prabowo targetkan BUMN dipangkas jadi 250 perusahaan. Lebih dari 750 BUMN akan ditutup demi efisiensi dan transparansi.
Sejarah! 8 wakil Afrika lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Rekor baru, lampaui 2014 & 2022. Maroko, Kongo, & lainnya siap mengguncang fase gugur!
Messi cetak rekor 7 laga beruntun di Piala Dunia 2026 usai bawa Argentina menang 3-1 atas Yordania dan incar Sepatu Emas.
Penelitian mengungkap hubungan jumlah anak dengan penuaan biologis, namun stres, gaya hidup, dan dukungan sosial juga berperan besar.