Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pejabat Walikota Jogja Singgih Raharjo saat jumpa pers penanganan darurat sampah di wilayahnya, Jumat (4/8/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengeluarkan Surat Edaran No.600.1.17.3/4438/SE/ 2023 tentang Penanganan Darurat Sampah di Kota Jogja. Dalam surat tersebut aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot diwajibkan membuat biopori di rumah masing-masing.
BACA JUGA: Sampah Kota Jogja Disebar
Tidak hanya ASN, seluruh karyawan di Balaikota Jogja apapun status kerjanya juga diwajibkan untuk membuat biopori. Kewajiban tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan dokumentasi pembuatan untuk nantinya dikirim ke pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.
Kewajiban tersebut tak sampai disitu, karyawan di Pemkot Jogja juga diharuskan melaksanakan pembuatan biopori di rumah masing-masing paling lambat Senin (7/8/2023). Surat edaran tersebut ditandatangani Pejabat Walikota Jogja Singgih Raharjo.
Singgih menjelaskan biopori dipilih karena mampu mengurangi volume sampah di Kota Jogja hingga 30 persen. Karyawan Pemkot Jogja menjadi sasaran utama, dan diharapkan memberi contoh teladan kepada masyarakat.
“Wajib mengirimkan bukti minimal satu biopori. Buktinya nanti foto dikirim ke atasan masing-masing dan rekapnya diserahkan ke saya," kata Singgih, Jumat (4/8/2023).
Pemkot Jogja juga sedang menggencarkan gerakan pengelolaan limbah dan sampah dengan biopori ala Jogja atau Mbah Dirjo.
“Gerakan Mbah Dirjo harus digencarkan mulai dari sekarang, untuk terus menekan volume sampah yang ada,” tegasnya.
Singgih menyebut dalam surat edaran tersebut juga meminta masyarakat luas untuk turut melakukan pemilahan sampah. “Kami juga menginstruksikan agar sampah anorganik juga disalurkan ke Bank Sampah masing-masing wilayah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.