Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Suasana evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahap III di Kantor Kapanewon Seyegan pada Senin (7/8/202,)./Istimewa-Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting atau tengkes tinggi di Kabupaten Sleman, Kapanewon Seyegan melakukan beragam strategi untuk menekan tengkes. Strategi tersebut sukses membuat angka stunting di Seyegan terus merosot selama tiga tahun terakhir.
Panewu Kapanewon Seyegan, Samino pada Senin (7/8/2023) tak menampik bila Seyegan menjadi salah satu Kapanewon dengan angka stunting tinggi di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data terakhir, Samino menyebut ada 155 anak stunting di kawasan Seyegan.
Sebagai langkah untuk penurunan angka stunting, Kapanewon Seyegan juga mencoba memetakan data stunting berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. Hal ini dilakukan untuk menentukan pendekatan yang tepat dalam mengentaskan stunting pada tingkat keluarga.
Pamong Kapanewon Seyegan juga merintis Gerakan Jumat Berkah Bantu Stunting untuk membantu keluarga yang kurang mampu. "Gerakan ini kami mulai dari lingkup Kapanewon Seyegan terlebih dulu. Hal ini diwujudkan dalam bentuk infaq," ungkapnya dalam evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahap III di Kantor Kapanewon Seyegan.
Baca juga: Lelang Jabatan Pemkot Jogja Mengerucut, Ini Daftar Kandidat Terbaiknya
"Berdasarkan laporan pada hari Jumat lalu, upaya ini menghasilkan dana Rp1,7 juta. Nantinya hasil gerakan ini akan dimanfaatkan untuk membantu anak stunting khususnya dari keluarga kurang mampu," kata dia.
Dalam tiga tahun terakhir, angka stunting di Seyegan terus merosot. Tercatat pada tahun 2021 data stunting di Seyegan berada di angka 8,1 persen. Pada tahun 2022 angka tersebut makin turun menjadi sebesar 7,5 persen. Hingga pada tahun 2023 kembali mengalami penurunan hingga tercatat diangka 6,9 persen.
Ketua TPPS Kabupaten Sleman, Danang Maharsa mengapresiasi keberhasilan Kapanewon Seyegan dalam menurunkan angka stunting dalam tiga tahun terakhir. Kendati demikian Danang tetap mendorong Kapanewon Seyegan untuk terus berinovasi dalam mencegah stunting.
Lebih lanjut Danang menginjakkan bila stunting tak selalu berkaitan dengan kemiskinan. Sebab masih ada keluarga dengan ekonomi baik namun masuk dalam kategori keluarga stunting. Sehingga, dia mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan keluarga.
"Mari kita tingkatkan kesadaran dan pemahaman orangtua terhadap kesehatan anak. Silakan memanfaatkan fasilitas kesehatan di puskesmas terdekat, dengan begitu stunting dapat dicegah sedini mungkin," tuturnya.
Penanganan Serius
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menegaskan bahwa program penanganan stunting perlu ditangani dengan serius. Pemkab Sleman telah menerima insentif fiskal dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp10,02 miliar.
Rencananya pemanfaatan insentif tersebut salah satunya akan menyasar dalam upaya penurunan angka stunting. "Monggo bapak ibu untuk memastikan remaja putri kita sebagai calon ibu dapat terpenuhi gizinya dengan baik. Begitu juga dengan para calon pengantin yang harus dipastikan sudah memenuhi persyaratan untuk menikah. Termasuk dengan kesiapan fisik maupun mentalnya. Dengan usaha ini semoga angka stunting di Kabupaten Sleman dapat terus kita tekan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.