Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 24 warga di Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, diduga mengalami keracunan dengan gejala diare, pusing, muntah dan panas. Akan tetapi, dari hasil penelusuran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menduga kejadian ini bukan keracunan.
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama mengatakan dari laporan Puskesmas Cangkringan, pada Minggu (6/8/2023) ada kegiatan lomba HUT RI di wilayah Kepuharjo. Kemudian mulai Senin-Rabu (7-9/8/2023) dari beberapa dusun melaporkan warganya ada yang diare dan muntah. “Sementara belum ada kejelasan makanan apa yang dikonsumsi,” ujarnya, Kamis (10/8/2023).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Puskesmas Cangkringan sudah memberi pertolongan medis pada penderita dan saat ini sudah membaik. “Mereka juga menginvestigasi di masyarakat, sementara ini tidak ada perluasan kasus. Karena lokasinya tersebar dan sementara tidak ada sampel makanan yang ditemukan,” katanya.
BACA JUGA: Dua Anak di Sleman Diduga Keracunan Chiki Ngebul
Adapun total warga yang merasakan gejala sebanyak 24 orang yang tersebar di sejumlah padukuhan, yakni Kepuh, Jambu, Batur, Kopeng, Pagerjurang, dan Padukuhn Salam Kalurahan Wukirsari. Namun ia menegaskan tidak semuanya diare. “Ada yang hanya batuk pilek, saya masih sangsi kalau keracunan makanan, karena mereka tidak makan di kelurahan,” paparnya.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menuturkan dari hasil investigasi, kejadian ini bukan merupakan keracunan. “Tapi memang karena peningkatan kasus diare yang terjadi di beberapa dusun karena penyebab diare berbeda dan tidak ada hubungan epidemiologi,” ungkapnya.
Adapun beberapa tindaklanjut dari kejadian ini diantaranya memeriksa penderita yang masih bergejala, melakukan penyelidikan epidemiolog dengan penderita, edukasi tentang diare, serta koordinasi dengan pihak kalurahan apabila terjadi peningkatan kasus atau gejala pada penderita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.