Jangan Hanya Malioboro, Pariwisata Jogja Harus Meluas hingga Wilayah Selatan Kota
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
JJLS Kelok 18 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai program strategi nasional, progres proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 18 atau Jalan Baru Kretek-Girijati telah sampai pada tahap penandatanganan kontrak. Untuk selanjutnya, pelaksanaan konstruksi akan segera dilakukan.
Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro menyampaikan penandatanganan kontrak dengan pemenang tender proyek tersebut, PT Waskita Karya (Persero) sejak awal Agustus 2023. “Sudah kontrak pada 2 Agustus 2023 lalu,” katanya, Kamis (10/8/2023).
Diketahui, PT Waskita Karya (Persero) telah memenangkan tender atas proyek tersebut dengan nilai Rp241,03 miliar. Pendanaan atas proyek tersebut seluruhnya dari dana pinjaman Islamic Development Bank (IsDB). Penandatangan kontrak dengan pemenang tender proyek tersebut pun dilakukan setelah dana dari IsDB tersedia.
Setelah penandatanganan kontrak dengan pemenang tender menurut Wahyu, hingga saat ini masih dilakukan tahap administrasi terkait proyek tersebut. Kemudian setelah tahap itu, nantinya menurut Wahyu akan dilakukan tahap sosialisasi terkait pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. “Ya menunggu administrasi dulu, kalau administrasinya lengkap segera dimulai. Biasanya ada sosialisasi dulu,” katanya.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Pengin JJLS Rampung Tahun Ini
Karena itulah, Wahyu belum dapat menyampaikan paket pekerjaan apa yang akan dikerjakan terlebih dahulu dan waktu mulai pelaksanaan pekerjaan tersebut. Meski begitu, Wahyu menyampaikan dalam waktu dekat setelah proses administrasi rampung, maka akan segera dilakukan tahap pekerjaan konstruksi JJLS Kelok 18. “Saya enggak bisa memastikan [selang waktu hingga dimulai pekerjaan konstruksi], karena proses administrasi terkait beberapa pihak,” katanya.
Dia menjelaskan JJLS Kelok 18 nantinya dibangun sepanjang 5,64 km. Sejalan dengan target nasional agar Jalur Pansela di DIY dapat rampung tahun 2024, maka selama tahun 2023-2024 ditargetkan JJLS Kelok 18 dan Jembatan Pandansimo akan rampung. Sementara Jembatan Pandansimo saat ini menurut Wahyu masih dalam tahap persiapan lelang.
Selain itu, menurut Wahyu, tahun 2023 ada juga paket pembangunan yang sedang berjalan yakni pembangunan Jalan Tepus-Jerukwudel II sepanjang 10,925 km. “Harapannya [Jalan Tepus-Jerukwudel II] akhir tahun ini dapat selesai,” katanya.
Saat ini pembangunan fisik Jalan Tepus-Jerukwudel II telah mencapai lebih dari 70,75 persen dengan total nilai kontrak senilai Rp.269,45 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Pilihan 10 mobil bekas di bawah Rp100 juta pada 2026, mulai Avanza hingga Karimun Wagon R, beserta estimasi harga dan tips membeli.
Menpar Widiyanti Putri Wardhana menilai kekayaan wastra Nusantara berpotensi memperkuat modest fashion sekaligus mendorong wisata belanja Indonesia.
Ratusan kilogram cabai merah keriting siap panen dicuri di Pantai Samas, Bantul. Petani diperkirakan merugi jutaan rupiah.
Polri mencatat 371 laporan kasus karhutla hingga 13 Oktober 2026, dengan 223 tersangka perorangan, sembilan korporasi, dan 30.758 hektare lahan terbakar.
RUU Perubahan Iklim ditargetkan rampung pada 2027 untuk memberi kepastian hukum bagi investor dan mendukung kebutuhan investasi iklim Indonesia.