Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Pemkot Jogja masih harus putar otak untuk masalah pembuangan sampah yang dihasilkan masyarakat perkotaan. Produksi sampah Kota Jogja rerata 240-250 ton per hari, sedangkan kuota pembuangan ke TPA Piyungan Transisi Tahap 2 dibatasi maksimal 210 ton per hari.
Pembatasan ini ditetapkan Pemda DIY untuk memperpanjang Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan alias TPA Piyungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Ahmad Haryoko menyampaikan Pemda DIY telah menyampaikan kuota sampah bagi Kota Jogja sekitar 210 ton per hari yagn dapat dibuang ke TPST Piyungan Transisi Tahap 2.
“Jadi memang kuota kami sesuai dengan DLH DIY hanya 210 per hari ke TPA Piyungan, untuk mencapai itu kita lakukan upaya pengurangan dan pemilah,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Senin (14/8/2023).
BACA JUGA: Pemotor Meninggal Usai Terajatuh di Dekat Selokan Mataram
Sementara menurut Haryoko volume sampah Kota Jogja setiap harinya sekitar 240-250 ton per hari. Sisa sampah yang tidak bisa dibuang ke TPST Piyungan Transisi Tahap 2 menurut Haryoko akan diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Nitikan.
“Kami lakukan upaya pengolahan sampah di TPS3R sekitar 20-30 ton per hari sekitar Oktober 2023,” katanya.
Menurut Haryoko, TPS3R Nitikan saat ini hanya dapat mengolah sekitar 10-15 ton sampah sehari. Agar sisa sampah yang tidak dapat dibuang ke TPST Piyungan Transisi Tahap 2 dapat terolah, maka menurutnya optimalisasi TPS3R Nitikan terus dilakukan dengan penataan lahan yang ada.
Menurut Haryoko saat ini Pemkot Jogja memiliki 2 Gibrik yang masing-masing dapat mengolah sampah hingga maksimal 10 ton sampah perhari. Dengan dua alat tersebut serta beberapa gibrik dengan kapasitas yang lebih kecil, maka Haryoko percaya TPS3R Nitikan dapat mengolah sampah hingga 30 ton per hari.
Meskipun alat tersebut sudah ada, namun menurut Haryoko selama ini belum digunakan karena lahan di TPS3R Nitikan belum tertata. Sehingga menurut Haryoko, penataan lahan tengah dilakukan hingga September 2023, agar pada Oktober 2023, TPS3R Nitikan dapat beroperasi secara optimal.
Haryoko pun berharap TPA Piyungan Transisi Tahap 2 dapat mulai digunakan sesuai surat edaran dari Sekda DIY beberapa waktu lalu. “Sesuai dengan surat itu 5 September mereka akan membuka normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.