Gunungkidul Ajukan 9 Jembatan Baru, Anggaran Rp27 Miliar
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Aktivitas perbaikan jalan di kawasan Industri Semin di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin, Gunungkidul, Senin (14/8/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Gunungkidul. Hingga sekarang sudan menggelontorkan anggaran sekitar Rp15.899.162.000 (Rp15,8 miliar) untuk membangun ruas jalan sepanjang 19,4 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, meski ada defisit anggaran, namun tetap ada upaya perbaikan jalan rusak. Hingga sekarang sudah ada beberapa ruas yang dalam proses perbaikan.
Ruas jalan rusak yang mulai diperbaiki dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) meliputi Sambipitu-Tawang sepajang 5,7 kilometer dengan nilai Rp2.529.431.000. Ruas Tawang-Serut sepanjang 8,2 kilometer sebesar Rp7.890.260.000.
Selain itu, ada juga ruas Karangmojo-Semanu sepanjang 723 meter dengan biaya Rp744.337.000. Adapun perbaikan jalan yang didanai menggunakan DAK terakhir adalah ruas Kalipentung-Nglanggeran sepanjang empat kilometer dengan nilai pembangunan Rp2.524.015.000.
“Total jalan rusak yang dibiayai menggunakan DAK senilai Rp13,68 miliar. Untuk panjangnya mencapai 18,6 kilometer,” kata Wadiyana, Senin (14/8/2023).
BACA JUGA: Tunggakan PBB Gunungkidul Tembus Rp21 Miliar
Menurut dia, pembangunan jalan rusak tidak hanya mengandalkan bantuan DAK dari Pemerintah Pusat. Didalam pelaksanaannya, juga ada alokasi yang bersumber dari Dana Alokasi Umum milik Pemkab Gunungkidul.
Ruas jalan yang diperbaiki menggunakan DAU di antaranya jalan di kawasan industri Semin di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin. Ruas yang dibangun sepanjang 311 meter senilai Rp1.175.719.000. “Pembangunan dengan cara betonisasi. Selain itu, juga ada pembangunan talut,” katanya.
Perbaikan jalan rusak juga dilakukan di ruas Karangmojo-Semanu senilai Rp773.158.000. Dana ini dipergunakan memperbaiki jalan rusak sepanjang 300 meter.
“Ada juga pembangunan lingkar Embung Nglanggeran sepanjang 264 meter senilai Rp262.242.000,” kata Wadiyana.
Total perbaikan jalan yang bersumber dari DAK dan DAU yang sudah berjalan mencapai Rp15.899.162.000. Adapun panjangnya mencapai sekitar 19,4 kilometer. “Mudah-mudahan berjalan lancar sehingga pengerjaan dapat selesai tepat waktu,” katanya.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, program perbaikan jalan rusak ikut terdampak karena adanya defisit anggaran milik Pemkab Gunungkidul. Dikarenakan defisit anggaran sebesar 4,7%, maka harus ada efisiensi agar defisitnya bisa ditekan menjadi 2,2%. “Ikut terkena imbasnya,” katanya.
Meski demikian, Irawan memastikan perbaikan jalan rusak terus berjalan, meski ada sejumlah penyesuaian terhadap alokasi anggaran yang dimiliki. “Tidak sampai dihapus, tapi ada pengurangan. Akibatnya ruas diperbaiki juga berkurang. Misalnya, sebelum pemangkasan harusnya bisa satu kilometer, tetapi karena adanya efisiensi jadi 500-800 meter yang dikerjakan tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.