Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Aktivitas perbaikan jalan di kawasan Industri Semin di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin, Gunungkidul, Senin (14/8/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Gunungkidul. Hingga sekarang sudan menggelontorkan anggaran sekitar Rp15.899.162.000 (Rp15,8 miliar) untuk membangun ruas jalan sepanjang 19,4 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, meski ada defisit anggaran, namun tetap ada upaya perbaikan jalan rusak. Hingga sekarang sudah ada beberapa ruas yang dalam proses perbaikan.
Ruas jalan rusak yang mulai diperbaiki dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) meliputi Sambipitu-Tawang sepajang 5,7 kilometer dengan nilai Rp2.529.431.000. Ruas Tawang-Serut sepanjang 8,2 kilometer sebesar Rp7.890.260.000.
Selain itu, ada juga ruas Karangmojo-Semanu sepanjang 723 meter dengan biaya Rp744.337.000. Adapun perbaikan jalan yang didanai menggunakan DAK terakhir adalah ruas Kalipentung-Nglanggeran sepanjang empat kilometer dengan nilai pembangunan Rp2.524.015.000.
“Total jalan rusak yang dibiayai menggunakan DAK senilai Rp13,68 miliar. Untuk panjangnya mencapai 18,6 kilometer,” kata Wadiyana, Senin (14/8/2023).
BACA JUGA: Tunggakan PBB Gunungkidul Tembus Rp21 Miliar
Menurut dia, pembangunan jalan rusak tidak hanya mengandalkan bantuan DAK dari Pemerintah Pusat. Didalam pelaksanaannya, juga ada alokasi yang bersumber dari Dana Alokasi Umum milik Pemkab Gunungkidul.
Ruas jalan yang diperbaiki menggunakan DAU di antaranya jalan di kawasan industri Semin di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin. Ruas yang dibangun sepanjang 311 meter senilai Rp1.175.719.000. “Pembangunan dengan cara betonisasi. Selain itu, juga ada pembangunan talut,” katanya.
Perbaikan jalan rusak juga dilakukan di ruas Karangmojo-Semanu senilai Rp773.158.000. Dana ini dipergunakan memperbaiki jalan rusak sepanjang 300 meter.
“Ada juga pembangunan lingkar Embung Nglanggeran sepanjang 264 meter senilai Rp262.242.000,” kata Wadiyana.
Total perbaikan jalan yang bersumber dari DAK dan DAU yang sudah berjalan mencapai Rp15.899.162.000. Adapun panjangnya mencapai sekitar 19,4 kilometer. “Mudah-mudahan berjalan lancar sehingga pengerjaan dapat selesai tepat waktu,” katanya.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, program perbaikan jalan rusak ikut terdampak karena adanya defisit anggaran milik Pemkab Gunungkidul. Dikarenakan defisit anggaran sebesar 4,7%, maka harus ada efisiensi agar defisitnya bisa ditekan menjadi 2,2%. “Ikut terkena imbasnya,” katanya.
Meski demikian, Irawan memastikan perbaikan jalan rusak terus berjalan, meski ada sejumlah penyesuaian terhadap alokasi anggaran yang dimiliki. “Tidak sampai dihapus, tapi ada pengurangan. Akibatnya ruas diperbaiki juga berkurang. Misalnya, sebelum pemangkasan harusnya bisa satu kilometer, tetapi karena adanya efisiensi jadi 500-800 meter yang dikerjakan tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Rumor iPhone lipat Apple 2026 disebut tertunda akibat masalah engsel. Caviar lebih dulu memperkenalkan iPhone Fold edisi mewah.
KAI Bandara mencatat 1,34 juta penumpang di DIY selama Semester I 2026. Penumpang KA Bandara YIA Reguler naik 5,05 persen.
Pemilik McLaren yang terbelah di Sukoharjo, YouTuber Andra, mengklarifikasi penyebab kecelakaan dan membantah mengemudi dalam kondisi mabuk.
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.
Disdikpora Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang menarik pungutan dan menjual seragam, termasuk lewat koperasi sekolah.