Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Salah seorang petani menggunakan jas hujan melintas di Jalan Baron di Kalurahan Mulo, Wonosari. Kamis (17/8/2023)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau di Gunungkidul sudah memasuki masa puncak. Namun demikian, pada Kamis (17/8/2023) pagi, beberapa wilayah mulai dari Kapanewon Wonosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari hingga Girisubo sempat diguyur hujan.
BACA JUGA: Hujan di Awal Musim Kemarau, Petani di Gunungkidul Diminta Tidak Terkecoh
Salah seorang warga Kalurahan Pulutan, Wonosari, Heri Prastawa mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB berencana pergi ke Pantai Baron untuk melihat pengibaran bendera untuk memperingatai Hari Kemerdekaan RI di laut. Namun baru sampai di Puskesmas Wonosari 2 di Kalurahan Karangrejek mulai gerimis. Rintik hujan semakin deras hingga akhirnya menghentikan laju motornya di Pertigaan Mulo untuk memakai jas hujan.
“Kalau tetap nekat bisa basah kuyup sehingga memakai jas hujan untuk melanjutkan perjalanan,” katanya kepada wartawan, Kamis siang.
Menurut dia, hujan yang mengguyur tidak hanya terjadi di wilayah Wonosari karena jalan menuju pantai di Kapanewon Tanjungsari juga terjadi hal sama.
“Sampai Pantai Baron terus hujan, malahan saat di Kalurahan Kemadang hujannya lumanyan deras,” katanya.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno mengatakan, sudah mendapatkan informasi terkait hujan bersamaan dengan perayaan Kemerdekaan RI ini. Adapun lokasi ada beberapa di kapanewon, khususnya di wilayah pesisir.
“Intesitasnya ringan, tapi di Kapanewon Girisubo ada lapran sempat terjadi hujan deras,” kata Subarno.
Menurut dia, fenomena hujan ini termasuk anomali karena berdasarkan musim, saat sekarang di Gunungkidul sudah memasuki puncak. Diperkirakan puncak kemarau terjadi hingga akhir September mendatang.
“Memang hujannya sebentar tapi semoga bisa menjadi berkah. Paling tidak bisa untuk menyirami ladang pertanian milik warga yang terjadi hujan. Jadi, harus disyukuri,” katanya.
Guna mengetahui kondisi terkini cuaca, Subarno mengaku terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun, ia memastikan saat sekarang masih di musim kemarau.
“Setiap perkembangan terbaru kondisi cuaca pasti diinformasikan dan sekarang belum ada perubahan, meski ada beberapa wilayah di Gunungkidul yang diguyur hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.