Sleman Usulkan Rp387 Miliar untuk Program Dalane Alus pada 2027
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah calon incumbent atau petahana masih menghiasi beberapa slot Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPRD Sleman dalam Pemilu 2024. Sisanya, DCS diisi oleh wajah lama yang mencoba kembali berkontestasi juga beberapa nama-nama baru hasil kaderisasi.
Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto mengungkapkan sejumlah nama petahana masuk dalam DCS untuk pemilu mendatang. Dari 15 anggota DPRD Sleman Fraksi PDIP yang menjabat saat ini, 14 di antaranya kembali maju dalam perhelatan politik tahun depan. Sedangkan satu di antaranya ditarik maju untuk berkontestasi di tingkat provinsi.
Belasan petahana yang lolos dalam DCS di antaranya Sri Haryani pada dapil Sleman 1; Gani Sadat, Timbul Saptowo dan Ari Murti dalam dapil Sleman 2; Nila Rifanti, Benedicte Rury Tyas Pramuri dan Andreas Purwanto di dapil Sleman 3; dan di dapil Sleman 4 ada nama petahana Budi Sanyata, Dedie Kusuma dan Susilo Nugroho.
Sementara di dapil Sleman 5 PDIP Sleman mengusung petahana Gustan Ganda dan Sri Riyadiningsih, dan di dapil Sleman 6 ada nama petahana PDIP Sleman Bambang Sigit Sulaksono dan Ramelan. "Petahana nyalon semua. Terus pemenuhannya masing-masing dapil itu dipenuhi dari orang-orang baru," kata Koeswanto, Senin (21/8/2023).
Tahun ini DPC PDIP Sleman mengajukan 50 nama sebagai bacaleg. Sebanyak 50 nama yang memenuhi syarat bacaleg dari PDIP masuk dalam DCS yang diterbitkan baru-baru ini. Selain mengusung 14 petahana, di dalamnya PDIP juga memasukan nama-nama baru hasil kaderisasi dan menyelipkan wajah-wajah lama untuk mencoba kembali merebutkan kursi.
Di antara nama-nama baru yang diusung PDIP, ada perwakilan kaum milenial. "Kalangan milenial banyak juga," lanjutnya.
BACA JUGA: Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Kulonprogo Waspadai Dua Isu Ini
Nama-nama baru yang bakal tampil kata Koeswanto merupakan hasil kaderisasi
Dengan potensi nama-nama baru yang diusung pada pemilihan mendatang, Koeswanto optimistis jumlah perolehan kursi dewan di Sleman dari fraksi PDIP bakal bertambah. "Saya punya keyakinan bisa bertambah, karena sudah kami petakan," kata Koeswanto.
Setidaknya pada pileg mendatang PDIP menargetkan tambahan enam kursi legislatif. Dari perolehan 15 kursi di periode 2019-2024 menjadi 21 kursi pada periode berikutnya.
Untuk memenangkan kembali para petahana juga nama-nama baru yang dibawa, DPC PDIP Sleman meminimalisir bentrok perebutan suara antar calon satu partai. Para caleg dibagi wilayahnya untuk menghindari tabrakan dalam satu partai. "Kami bagi per wilayah, supaya apa, supaya tidak saling tabrakan antar caleg dari partai kami. Kalau pun nabrak ya partai lain, itu tujuannya untuk pemenangan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.