Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah guru TPA mengikuti pembekalan oleh Lazismu UMY, di Ruang Sidang Gedung A.R. Fachruddin A Lantai 5 UMY, Kamis (24/8/2023)/ist UMY
BANTUL—Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pembekalan kepada guru-guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang bernaung di Lazismu UMY, Kamis (28/8/2023).
Pembekalan yang berlangsung di Ruang Sidang Gedung A.R. Fachruddin A Lantai 5 UMY dan diikuti 38 pengajar TPA ini bertujuan menyamaratakan kemampuan guru TPA dan memberikan sertifikasi atas keahlian mengajar TPA.
Para guru TPA tersebut berasal dari kalangan mahasiswa, alumni UMY, Ibu Rumah Tangga, serta para takmir dan remaja masjid se Kapanewon Kasihan dan Gamping, Sleman. Manajer Eksekutif Kantor Layanan LazisMu UMY, Rozikan, mengatakan TPA bukan hanya tempat yang hanya sekadar kegiatan mengaji.
“Kegiatan belajar mengaji yang ada di TPA harus memiliki kualitas, standar, arah serta tujuan yang jelas. Oleh karena itu, Lazismu UMY memberikan dukungan penuh untuk perkembangan dan peningkatan kualitas pengajar TPA yang dikelola oleh Lazismu UMY,” ujarnya.
Kurikulum dari pengajaran TPA juga harus dikembangkan dan distandarkan. Tidak hanya standar dari tim pengajar yang disetarakan, tetapi perkembangan dari kurikulum dalam proses pembelajaran guru TPA juga akan dilakukan. Hal ini tentunya untuk menciptakan TPA yang memiliki tenaga pengajar dan murid yang sama-sama berkualitas.
BACA JUGA: Pemkab Pastikan Tak Ada WFA bagi ASN di Gunungkidul
Pembenahan kurikulum dan Sumber Daya Manusia Guru TPA dilakukan secara terorganisir juga dalam rangka menjaga kelangsungan pembelajaran mengaji di wilayah UMY dan sekitarnya. “Kurikulum dan SDM yang bagus serta benar saja tidak cukup. Perlu pengelolaan yang berkelanjutan agar kelangsungannya tetap terjaga dan terpelihara,” katanya.
Narasumber pembejalan, Iwan Rustiawan, dalam pemaparan materinya menjelaskan guru TPA harus paham dengan filosofi taman. “Yakni taman yang sejuk, rindang, nyaman, asri dan bersahaja. Prinsip-prinsip dari pemikiran ini harus diterapkan pada proses pembelajaran mengaji kepada siswa TPA. Hal ini agar menciptakan rasa nyaman dan aman ketika proses pembelajaran berlangsung,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Iwan juga menguatkan prinsip pembelajaran TPA yang optimal dengan senyuman dan antusiasme pengajar. “Berikan senyum, tetap antusias, menyenangkan dan kenali siswa adalah prinsip yang tidak boleh ditinggalkan juga,” kata dia. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
BRIN mematangkan N219 dan N219A untuk mendukung visi ambulans terbang Prabowo, termasuk evakuasi medis di wilayah sulit.
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.
Kolaborasi akademisi lintas kampus mendorong kebencanaan inklusif, penguatan disabilitas, dan ekonomi warga di kawasan Merapi.