Berawal Tabungan Rp2.000, Kalijawi Sulap Kampung Bantaran Sungai Jogja
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
Sri Sultan HB X menanggapi penetapan Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno sebagai tersangka kasus gratifikasi penyalahgunaan TKD, di kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (18/7/2023). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan pengelolaan sampah menjadi kewenangan kabupaten kota. Menurutnya, Pemda DIY hanya sebatas memfasilitasi pengelolaan sampah tersebut.
"Silahkan itu wewenang di kabupaten kota bukan wewenang saya. Pokoknya sampah bukan wewenang saya, tak kembalikan soalnya kalau tidak dibegitukan kota dan kabupaten tidak mau belajar, masyarakat tidak mau belajar. Harus kita didik juga," katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat (25/8/2023).
BACA JUGA: Waduh! Baru Dibuka TPS Sementara di Tamanmartani Hampir Penuh
Menurut Sultan sejak 2 tahun lalu, Pemda DIY telah menyurati kabupaten dan kota untuk mulai mempersiapkan pengelolaan sampahnya secara mandiri, karena diperkirakan TPST Piyungan akan penuh. Namun menurut Sultan imbauan tersebut tidak digubris kabupaten kota.
"Dua tahun yang lalu sudah kita kasih surat akan penuh, sehingga dipersiapkan [pengelolaan sampah], tetapi kan juga nggak melakukan," katanya.
Setelah itu, menurut Sultan, empat bulan sebelum TPST Piyungan sempat ditutup, Pemda DIY juga kembali menyurati kabupaten kota untuk mengimbau agar dapat mengelola sampahnya secara mandiri. Namun, kabupaten kota masih belum melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
"Empat bulan sebelumnya juga kita kasih tahu, kalau nggak kita mau nutup ya tak tutup. Karena wewenang memang di kabupaten kota gitu. Terpaksa kita tutup nanti kalau nggak berubah ya tak tutup meneh. Tapi nyatanya kan bisa," katanya.
Terkait adanya peningkatan aktivitas masyarakat yang membakar sampah, Sultan menyerahkan persoalan tersebut ke kabupaten kota masing-masing. "Terserah kabupaten mau diapain, ditindak atau tidak," katanya.
Dalam mengatasi persoalan sampah, menurut Sultan masyarakat diminta mengubah kebiasaannya dalam mengelola sampahnya.
"Masyarakat sendiri sudah terlalu manja sudah sekian puluh tahun difasilitasi begitu ditutup bingung dewe [bingung sendiri] baiarin aja kita juga harus mendidik masyarakat jangan dimanjakan gitu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.
Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 dan melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Otoritas Eropa menyita lebih dari 200.000 kondom yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan setelah masuk pasar dengan deklarasi sebagai mainan.