Wiryanti Sukamdani: Mustika Rasa, Warisan Resep Bung Karno Tak Sekadar Soal Masakan
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
Kegiatan peringatan 11 tahun Undang-undang Keistimewaan DIY di Kemantren Danurejan, Kamis (31/8) malam. Harian Jogja/Triyo Handoko
JOGJA—Kemantren Danurejan, Kota Jogja, menggelar serangkaian kegiatan memperingati 11 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY pada Kamis (31/8/2023) malam. Kegiatan tersebut dari membuat living museum, pentas seni, hingga pawai budaya.
Living museum yang dibikin Kemantren Danurejan bersifat non-permanen dan menampilkan berbagai arsip dan dokumen sejarah.
Mantri Pamong Praja Kemantren Danurejan, Bambang Endro Wibowo, menjelaskan pameran arsip tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali sejarah wilayahnya yang berkelindan dengan sejarah keistimewaan DIY.
BACA JUGA: Didukung Dana Keistimewaan, Desa Wisata di Kulonprogo 3 Kali Raih ADWI
“Pentas seni dan pawai budaya diikuti oleh tiga kelurahan yang berada di Kemantren Danurejan yaitu Kelurahan Bausasran, Tegalpanggung dan Suryatmajan. Pagi tadi [kemarin] mereka mengirim perwakilan bergandanya untuk ikut pawai, malam ini juga dalam pentas seni ada perwakilannya,” jelas Bambang saat sambutan.
Bambang menjelaskan sejarah dan budaya ini jadi hal penting untuk terus dilestarikan dalam momen 11 tahun keistimewaan DIY. “Agar generasi muda memahami pentingnya keistimewaan DIY dari akarnya yang ada dalam sejarah dan budaya,” ujarnya.
Kemantren Danurejan berkomitmen, jelas Bambang, untuk terus melestarikan sejarah dan budaya DIY. “Kegiatan ini juga didukung Dana Keistimewaan maka kami akan terus mengupayakan penggalian sejarah dan budaya untuk mendukung keistimewaan DIY,” katanya.
Mantri Anom Kemantren Danurejan, Narotama, menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut bertajuk Setapak Danurejan. “Tak hanya budaya dan sejarah, kegiatan ini juga mendukung ekonomi masyarakat Danurejan dengan memfasilitasi UMKM dalam memasarkan produknya dalam kegiatan,” jelasnya.
Narotomo menyebut penggalian sejarah dan budaya di Kemantren Danurejan akan dilakukan dengan meneliti tiap kampung yang berada di wilayahnya. “Nama Danurejan sendiri dulu adalah Patih Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tentu kami yakin ada potensi pengetahuan yang luar bisa dalam wilayah kami yang perlu digali lagi,” ujarnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
Said Iqbal meminta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan disahkan maksimal Oktober 2026 tanpa mengorbankan hak buruh.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 31 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Solo hingga Palur.
Link cek pengumuman tenaga kesehatan haji 2027 yang lolos administrasi, jadwal CAT PPIH, ketentuan pakaian, dan tata tertib ujian.
Chelsea menang 4-3 atas Brighton pada pekan kedua Liga Inggris 2026/27. Emiliano Martinez debut dan Cole Palmer mencetak gol penentu.
PBNU masa khidmah 2021-2026 resmi demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Kiai Miftachul Akhyar meminta maaf dan berharap khidmah berakhir husnul khatimah.