Bantul Hapus Denda PBB-P2, Tunggakan 1994-2025 Bebas Sanksi
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sedikitnya 1.319 keluarga atau 7.774 jiwa terdampak bencana kekeringan yang tersebar di tujuh kapanewon dengan 12 kalurahan dan 16 dusun di Kabupaten Bantul sepanjang Agustus lalu. Untuk itu, Pemkab Bantul telah menyalurkan sebanyak 185 tanki air atau setara dengan 905.000 liter.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah menjelaskan wilayah paling terdanpak dialami Kapanewon Dlingo dengan total 1.146 keluarga atau 4.502 jiwa terdampak kekeringan. Wilayah itu telah menerima bantuan air bersih sebanyak 635.000 liter sepanjang Agustus ini.
"Dari tujuh kapanewon itu rata-rata warga yang terdampak berjumlah puluhan sampai ribuan keluarga. Bantuan air yang kami salurkan juga beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Kalurahan Terong jadi penerima paling besar dengan 385.000 liter," kata Aka, Jumat (1/9/2023).
Aka menjelaskan, Bantul sudah menetapkan siaga darurat bencana kekeringan sejak 6 Juli sampai 3 September mendatang. Pihaknya bekerja sama dengan PMI Bantul serta Dinas Sosial Tagana setempat dalam menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah kekeringan untuk bijak menggunakan air. Misalnya dengan menjaga kebersihan tempat penampungan air dan sumber air yang masih ada di wilayah masing-masing," ujarnya.
BACA JUGA: Dana Belanja Tidak Terduga Diarahkan untuk Penanganan Kekeringan di Bantul
BMKG Staklim Jogja per 31 Agustus lalu mengeluarkan peringatan dini kekeringan di wilayah setempat. Berdasarkan pantauan curah hujan selama dua dasarian ke depan potensi kekeringan meteorologis diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Bantul di antaranya Banguntapan, Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pundong, Sedayu dan Sewon.
Sejumlah kapanewon itu disebut telah mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 21 hari dan diprakirakan mengalami curah hujan rendah dengan status siaga. Warga yang berada di wilayah itu diminta untuk mengantisipasi dampak kekeringan itu terhadap sektor pertanian, pengurangan air tanah dan peningkatan terjadinya kebakaran lahan.
Sementara Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyebutkan, pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 47 tanki air untuk mengatasi bencana kekeringan di wilayah setempat.
Adapun, stok persediaan air bersih yang dimiliki BPBD Bantul saat ini diklaim masih bisa memenuhi kebutuhan bagi masyarakat dengan total sekitar 338 tangki atau setara 1.910.000 liter air. "Kalau permintaan dropping air bersih terus bertambah dan persediaan tidak mencukupi, kami akan mengajukan anggaran belanja tidak terduga (BTT)," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
ASEACCU ke-32 resmi berakhir di Ganjuran, Jogja. Thailand ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perguruan tinggi Katolik ke-33.
Aida S. Budiman resmi disetujui menjadi Deputi Gubernur Senior BI 2026–2031. Simak profil, karier, pendidikan, dan tugasnya.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Kota Jogja meraih 11 Warisan Budaya Takbenda DIY Tahun Penetapan 2025, menjadi perolehan terbanyak dibandingkan wilayah lain.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.