Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Pementasan drama musikal Bhumi Omah Obong di Taman Budaya Gunungkidul untuk memperingati Keistimewaan DIY, Kamis (31/8/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan menggelar drama musikal Bhumi Watu Obong di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (31/8/2023) malam. Pementasan tersebut digelar sebagai rangkaian acara peringatan UU Keistimewaan DIY yang ke-11 tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengaku puas dengan penyelenggaraan drama musikal Bhumi Watu Obong. Pasalnya, pentas berlangsung dengan meriah dan berjalan dengan lancar.
Menurut dia, pementasan tidak hanya untuk melestarikan seni dan tradisi di Gunungkidul. Namun, juga sebagai rangkaian peringatan ke-11 UU Keistimewaan DIY. “Acara peringatan sudah dimulai sejak 11 Agustus dan berakhir pada 11 September mendatang,” kata Mantara kepada wartawan, Kamis malam.
Dia menjelaskan, peringatan di tahun ini mengambil tema Adheganing Amerta. Istilah berbahasa Jawa ini memiliki arti luas tentang Keistimewaan DIY dalam pelestarian budaya.
BACA JUGA: 11 Tahun UU Keistimewaan DIY, Masih Ada PR Bagaimana Atasi Kemiskinan & Pengangguran
Keistimewaan ini memiliki semangat reformasi pemberdayaan serta menyejahterakan masyarakat di DIY. Proses tersebut juga dibarengi dengan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat. “Tujuan utamanya tetap mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Mantara menjelaskan, didalam peringatan total ada 203 kegiatan pementasan seni atraksi dan gelar even budaya. Rinciannya sebanyak 82 even diselenggarakan di tingkat dusun, 108 even diselenggarakan di tingkat kalurahan serta kapanewon.
Adapun sisanya sebanyak 13 kegiatan penyelengaraannya ditangani langsung oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul. secara total juga ada 239 grup atau kelompok masyarakat yang berpartisipasi dalam perayaan. “Memang akan berakhir pada 11 September, tapi puncak perayaan dilaksanakan har ini [Kamis malam] dengan menyelenggarakan drama musikal Bhumi Watu Obong,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi penyelenggaraan drama musikal Bhumi Watu Obong guna memperingati Keistimewaan DIY. Pementasan ini merupakan kreasi seni untuk menggambarkan kisah perjalanan kehidupan di Gunungkidul. “Keberadaan taman budaya tidak hanya untuk pelestarian, tapi juga bagian pengembangan seni budaya yang dimiliki,” katanya.
Menurut dia, drama musikal Bhumi Watu Obong menjadi salah satu kreasi inovasi dalam seni pertunjukan. Diharapkan muncul kreasi-kreasi baru untuk menambah khasanah kesenian dan tradisi di Gunungkidul. “Dinas kebudayaan sekarang sedang menggarap drama kolosal bertemakan Gandrung Gunungsewu dan Gandrung Maneges,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Permintaan Pertalite di DIY naik sekitar 7%. Pertamina memastikan stok BBM aman dan menyiapkan langkah untuk mengantisipasi antrean SPBU.
Polda DIY mengkaji penanganan premanisme parkir dan membuka peluang patroli skala besar dengan melibatkan TNI serta Satpol PP.
WhatsApp menguji fitur pesan terjadwal di iPhone. Simak cara menggunakannya, batas waktu pengiriman, dan kapan tersedia untuk semua pengguna.
Astra Motor Yogyakarta menghadirkan program OktoGERRR! hingga 31 Oktober 2026, dengan potongan angsuran Rp75.000 per bulan dan uang muka ringan untuk skutik
Ipswich Town menjamu Nottingham Forest di Liga Primer Inggris. Simak jadwal, posisi klasemen, kondisi terkini, dan pemain yang perlu dipantau.